Anggota MKD dari Hanura Sebut Pemeriksaan Luhut tak Penting

Githa Farahdina    •    Senin, 14 Dec 2015 11:02 WIB
pencatut nama presiden
Anggota MKD dari Hanura Sebut Pemeriksaan Luhut tak Penting
Menkopolhukam Luhut Binsar Pandjaitan saat peringatan hari Hak Asasi Manusia di Istana Negara, Jakarta, Jumat 11 Desember 2015. Foto: MI/Ramdani

Metrotvnews.com, Jakarta: Kehadiran Luhut Pandjaitan di sidang Mahkamah Kehormatan Dewan dinilai tidak terlalu penting. Sebab, Luhut tidak menghadiri pertemuan diduga antara Ketua DPR Setya Novanto, pengusaha M. Riza Chalid, dan bos Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin.

Anggota Mahkamah Kehormatan Dewan dari Fraksi Partai Hanura Sarifudin Sudding menilai, MKD sudah bisa melihat pelanggaran kode etik Novanto meski tanpa memeriksa Luhut. Menurut dia, MKD sudah punya bukti yang cukup untuk menentukan Novanto bersalah atau tidak.

Luhut diduga ikut campur perpanjangan kontrak karya PT Freeport Indonesia yang berakhir pada 2021. Dugaan itu muncul karena dalam pembicaraan diduga antara Novanto, Riza, dan Maroef, Luhut disebut bisa mengurus perpanjangan kontrak karya Freeport Indonesia.

Pertemuan diduga Novanto, Riza, dan Maroef pada 8 Juni di Hotel Ritz Carlton Jakarta. Dalam kesempatan itu, Novanto diduga meminta saham ke Freeport Indonesia dengan mencatut jabatan Joko Widodo dan Jusuf Kalla.

MKD menjadwalkan pemeriksaan terhadap Luhut sekitar pukul 13.00 WIB. Sementara pemeriksaan Riza pukul 10.00 WIB. Namun, hingga saat ini belum ada kepastian Riza akan datang atau tidak. Hari ini panggilan kedua bagi Riza.


(TRK)