Uji Kelayakan dan Kepatutan Capim KPK

KPK Jangan Seperti Polantas Sembunyi di Balik Pohon

M Rodhi Aulia    •    Senin, 14 Dec 2015 13:57 WIB
capim kpk
KPK Jangan Seperti Polantas Sembunyi di Balik Pohon
Capim KPK Sujanarko saat uji kelayakan dan kepatutan di Komisi III DPR, Jakarta, Senin 14 Desember 2015. Antara Foto/M. Agung Rajasa

Metrotvnews.com, Jakarta: Fungsi pencegahan KPK dinilai mandul. KPK dianggap hanya mengedepankan tontonan atau cerita proses dan hasil penangkapan.

Saat uji kelayakan dan kepatutan calon pimpinan KPK Sudjanarko, anggota Komisi III DPR Bambang Soesatyo meminta Sudjanarko, jika terpilih tidak membuat KPK seperti polisi lalu lintas yang bersembunyi di balik pohon.
Ketika ada pelanggar lalu lintas, oknum polantas keluar dari persembunyian dan menilang pelanggar.

Menurut Bambang, seperti itulah KPK saat ini dalam bekerja. KPK berhasil menangkap ratusan orang setiap tahun karena diduga korupsi.

Anggota Fraksi Partai Golkar itu tidak ingin melihat KPK seperti polantas bersembunyi di balik pohon. Ia mengatakan, KPK ke depan harus meningkatkan fungsi pencegahan, salah satunya melalui kewenangan penyadapan.

Ketika mendengar ada pembicaraan yang mengarah ke korupsi, KPK bisa langsung mencegah. "Saudara hentikan, atau kami akan tangkap Anda," kata Bambang memberikan contoh di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (14/12/2015).

Sudjanarko menjelaskan, pemberlakuan penyadapan di KPK bersifat rigid. Artinya penyidik tidak bisa mendapatkan semua hasil sadapan. Penyidik hanya diberikan summary case saja.

"Kalau penyidik tidak puas, minta persetujuan pimpinan agar bisa membaca transkrip. Ada kalanya rumit (transkripan itu) seperti hasil sadapan ajudan mantan Gubernur Riau Rusli Zainal, penyidik diperbolehkan mendengar voice. Mendengarkan voice itu, tahapan akhir dari (penggunaan hasil ) penyadapan," ujar dia.


(TRK)

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

10 hours Ago

Pengacara terdakwa kasus korupsi KTP-el Setya Novanto, Maqdir Ismail menuding dakwaan milik KPK…

BERITA LAINNYA