Ini yang Diminta DPRD dalam KUA-PPAS DKI 2016

LB Ciputri Hutabarat    •    Senin, 14 Dec 2015 15:22 WIB
apbd dki 2016
Ini yang Diminta DPRD dalam KUA-PPAS DKI 2016
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Muhammad Taufik. (Foto:MI/Susanto)

Metrotvnewa.com, Jakarta: DPRD diketahui mengajukan sejumlah mata anggaran kepada Sekretaris Dewan (Sekwan) untuk dimasukkan dalam Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2016. Mata anggaran itu berupa perjalanan dinas hingga pengadaan meja.
 
Wakil ketua DPRD DKI Mohammad Taufik mengatakan, banyak kebutuhan anggota dewan yang harus ditingkatkan. Seperti anggaran transportasi dan makan dewan yang tidak pernah naik sejak 12 tahun lalu sebesar Rp470 ribu per hari.
 
Selain itu, DPRD DKI membutuhkan peningkatan inventaris rapat kerja. Salah satunya meja dan kursi yang kini sudah tak layak digunakan rapat.
 
"Kamu bisa lihat meja di ruang rapat sudah lapuk dan jelek. Itu seperti meja prasmanan di kampung," kata Taufik di Gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (14/12/2015).
 
Taufik menyebut inventaris ruang rapat di DPRD DKI Jakarta adalah terburuk di Indonesia. Bahkan, kata Taufik inventaris di daerah lebih baik ketimbang inventaris anggota dewan Ibu Kota.
 
"Di daerah itu mejanya bagus. Semua tertutup rapi. Anggota dewan perempuan yang menggunakan rok juga tenang duduknya. Kalian lihat saja meja ruang rapat menganga semua. Meja prasmanan di warakas saja masih lebih baik. Meja ditutup menggunakan kain putih. Persis sama kan? Dilipat-lipat," kata Taufik.
 
Selain meja, DPRD juga mengusulkan pengadaan laptop untuk menunjang kinerja dewan. Karena dewan sering kesulitan mencari Peraturan Daerah saat rapat. "Kebayang tidak. Anggota dewan mau mencari Perda yang pernah dibuat, harus naik kursi, buka rak," ujarnya.
 
Dewan juga mengusulkan pengadaan suvenir untuk institusi yang berkunjung ke DPRD DKI. Terakhir, dewan minta kenaikan dana sidang Badan Legislasi Daerah (Balegda).
 
"Bisa dibayangkan, biaya sidang hanya Rp157 ribu perbulan. Itu per bulan loh, bukan per sidang," ujarnya.


(FZN)