Luhut dan Jurus 'Tanya Saja Mereka'

Githa Farahdina    •    Senin, 14 Dec 2015 15:36 WIB
pencatut nama presiden
Luhut dan Jurus 'Tanya Saja Mereka'
Luhut Binsar Pandjaitan. Foto: Antara/Wahyu Putro A

Metrotvnews.com, Jakarta: Akbar Faizal, anggota Mahkamah Kehormatan Dewan, mencoba mendalami kasus 'papa minta saham' dalam sidang Mahkamah Kehormatan Dewan. Sidang hari ini menghadirkan Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan. Luhut jadi saksi dalam sidang dugaan pelanggaran etik oleh Ketua DPR Setya Novanto.

Akbar mencecar Luhut terkait beberapa hal. Sifatnya konfirmasi dan klarifikasi. Sayangnya, Luhut tak selalu menjawab tegas. Dia mencoba diplomatis. Pensiunan tentara berpangkat letjen itu banyak menjawab, "Tanya saja mereka". Mereka yang dimaksud adalah Ketua DPR Setya Novanto dan pengusaha minyak M. Riza Chalid. 

Misalnya, saat Akbar bertanya soal mengapa nama Luhut bisa disebut hingga 66 kali dalam rekaman yang diduga percakapan antara Novanto, Riza dan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin. 

"Tanya saja ke mereka berdua. Kalau melihat logika, Anda lihat saja ke situ. Saya sudah menjelaskan kronologis," kata Luhut dalam sidang MKD di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (14/12/2015).

Akbar kembali bertanya, dalam rekaman Riza sempat menyebut pembicaraan hanya sebagai rahasia berempat. Akbar menangkap kejanggalan karena dalam pertemuan 8 Juni 2015 di Hotel Ritz Carlton Jakarta itu hanya dihadiri tiga orang.

Akbar menanyakan pendapat Luhut, siapakah kira-kira orang keempat itu. Apakah itu adalah dirinya atau orang lain, salah satunya staf Luhut ketika menjabat Kepala Staf Kepresidenan Darmawan Prasodjo.

"Yang mulia bertanya sesuatu yang saya tidak bisa jawab," tegas dia.

Sementara soal Darmo, panggilan Darmawan, Luhut mengaku sama sekali tak mungkin. Darmo merupakan seorang profesional.

"Dia anak buah saya, saya tidak pernah meragukan integritas dia. Tolong jangan berburuk sangka," ujar dia.

Sedangkan terkait pertemuan dengan bos PT FI, Jim Bob, di San Diego, Luhut sama sekali tak membantah. Ia pernah bertemu Jim Bob sekira empat tahun lalu.

Pertemuan, kata Luhut, dalam kapasitasnya sebagai pebisnis. Jim Bob meminta kerja sama dengan perusahaan yang dipegang Luhut.

"Saya ajukan syarat. Tapi akhirnya tidak jadi karena pemerintah tidak setuju," tambah dia. Menurut Luhut, pertemuan terjadi atas undangan Jim Bob.


(KRI)

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

6 hours Ago

Pengacara terdakwa kasus korupsi KTP-el Setya Novanto, Maqdir Ismail menuding dakwaan milik KPK…

BERITA LAINNYA