Rio Capella Posisikan Diri Sebagai Korban

Intan fauzi    •    Senin, 14 Dec 2015 16:15 WIB
gratifikasi bansos sumut
Rio Capella Posisikan Diri Sebagai Korban
Patrice Rio Capella. (Foto:Antara/Akbar Nugroho)

Metrotvnews.com, Jakarta: Politikus Patrice Rio Capella mengaku pasrah dengan putusan hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) yang akan dibacakan pada 21 Desember 2015. Rio masih berjuang memposisikan diri sebagai korban.
 
"Selama perjalanan persidangan yang hampir enam atau tujuh kali, saya sudah mengupayakan bahwa saya adalah korban," kata Rio di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta Pusat, Senin (14/12/2015).
 
Rio menjelaskan, dirinya adalah korban dalam kasus suap pengamanan perkara korupsi bansos di Kejaksaan Agung. Ia menegaskan, tidak pernah meminta uang kepda Evi Susanti, istri Gubernur Sumatera Utara nonaktif, Gatot Pujo Nugroho.
 
"Saya juga bingung, saya tidak pernah minta, uang itu diberikan langsung saya kembalikan, tapi dikembalikan lagi, saya kembalikan lagi. Saya juga tidak mengertin kenapa begitu. Dikembalikan lagi ke tangan KPK, saya dipanggil sebagai tersangka, uangnya sudah tidak di tangan saya, sudah bolak balik dan sebagainya," kata Rio.
 
Rio menyesalkan penetapan tersangka terhadap dirinya, Gatot dan Evi. Ia menilai, tersangka utamanya adalah anak buah OC Kaligis, Fransisca Insani Rahesti. Sisca dianggap dalang dari rencana pemberian uang suap sebesar Rp200 juta untuk Rio.
 
"Tokoh utamanya menurut saya Sisca sendiri yang punya ide soal itu. Saya seperti dipaksa menerima uang itu, tapi selalu saya kembalikan," ujarnya.
 
Rio percaya Majelis Hakim KPK akan mempertimbangkan pembelaannya itu. "Saya yakin majelis hakim mempertimbangkan. Evi dan Gatot juga sudah mengakui," kata Rio.
 
Rio didakwa menerima hadiah atau janji sebesar Rp200 juta dari Gatot dan Evy. Duit diberikan lantaran Rio membantu memfasilitasi islah antara Gatot dan Wakil Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi. Suap itu juga diduga agar Rio mengamankan kasus Gatot di Kejaksaan Agung.
 
Rio diancam Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU RI No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Rio dituntut hukuman dua tahun penjara dan denda Rp50 juta subsidair satu bulan kurungan.


(FZN)