Partisipasi Pemilih Menurun, KPU Malang Ogah Disalahkan

Aditya Mahatva Yodha    •    Senin, 14 Dec 2015 17:01 WIB
pilkada serentak
Partisipasi Pemilih Menurun, KPU Malang <i>Ogah</i> Disalahkan
Ilustrasi pemilihan umun. (Foto: ANTARA/Dedhes Anggara)

Metrotvnews.com, Malang: Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Malang, Jawa Timur, tak mau disalahkan atas menurunnya partisipasi masyarakat dalam tiga pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kabupaten Malang. Pada Pilkada 2005 partisipasi pemilih di atas 60 persen, tahun 2010 jumlah pemilih hanya 60 persen saja. Sementara pada Pilkada serentak 2015 partisipasi pemilih menurun hingga 58,38 persen.

"Menurut hasil scan dan input dana formulir C1, dari total jumlah pemilih yang terdaftar 2.061.791 hanya 1.203.736 warga saja yang menggunakan hal pilihnya," ungkap Komisioner KPU, Santoko di Ruang Media Center KPU Kabupaten Malang, Senin (14/12/2015).

Santoko melanjutkan, pihaknya sudah melakukan semua upaya sosialisasi yang ditetapkan undang-undang. Namun kenyataannya, partisipasi warga tetap menunjukkan penurunan.

"Kami tidak mau berpendapat karena bukan ahlinya. Kami hanya memaparkan fakta dan data, yang menunjukkan penurunan partisipasi warga dari tahun ke tahun," katanya.

KPU Kabupaten Malang menganggap para pasangan calon bupati dan Calon Wakil bupati juga bertanggung jawab terhadap sosialisasi kepada warga.

Divisi Sosialisasi KPU, Abdul Kholik, mengatakan, pihaknya sudah menyetak jutaan alat peraga atau bahan kampanye yang dibagikan kepada masing-masing Pasangan calon. Namun hal tersebut tidak memberi pengaruh.

"Bahan kampanye berupa brosur, pamflet, dan poster, masing-masing kami cetak 1.805.600 lembar. Jadi masing-masing Paslon akan mendapatkan 601.866 brosur, 601.866 pamflet, dan 601.866 postur," tambah Kholik.

Ia melanjutkan, jumlah kepala keluarga (KK) di Kabupaten Malang saat ini sebanyak 713.516 warga. Sehingga dengan jumlah Bahan Kampanye jutaan itu, hampir dipastikan setiap KK sudah mendapat informasi Pilkada.

"Ini yang kami balik pertanyakan, apakah seluruh Bahan Kampanye di sebarkan oleh Paslon? Kalau sudah berarti informasi sudah tersebar," pungkas Kholik.


(MEL)

ICW: Nama Hilang di Dakwaan Setnov Karena KPK Hati-hati

ICW: Nama Hilang di Dakwaan Setnov Karena KPK Hati-hati

5 hours Ago

Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) berpendapat hilangnya sejumlah nama politisi yang seb…

BERITA LAINNYA