Instruksi Presiden: Jangan Ada Lagi 'Kalimat Bersayap' di Program Pemerintah

Desi Angriani    •    Senin, 14 Dec 2015 17:27 WIB
anggaran
Instruksi Presiden: Jangan Ada Lagi 'Kalimat Bersayap' di Program Pemerintah
Presiden Joko Widodo (kiri) dan Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro. Foto: Antara/Yudhi Mahatma

Metrotvnews.com, Jakarta: Presiden Joko Widodo meminta agar tak ada lagi program pemerintah yang memuat 'kalimat bersayap'. Kalimat-kalimat itu biasanya bersifat sangat umum yang membuat maknanya menjadi kabur. 

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro menjelaskan, kalimat bersayap yang dimaksud presiden adalah kalimat yang bersifat umum. Tak jelas arahnya. Padahal, rakyat membutuhkan hal-hal yang konkret. Kalimat-kalimat itu, Bambang mencontohkan, misalnya, 'pemberdayaan nelayan' atau 'peningkatan kualitas sekolah'.

"Itu maksudnya kalau program itu masih bisa kata-kata yang sifatnya umum. Tidak boleh lagi kata bersayap. Karena kegiatan itu harus jelas. Apakah beli barang, bangun sesuatu. Jadi bahasanya harus langsung, satuannya berapa, besarannya berapa, totalnya berapa," tegas Bambang di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (14/12/2015).

Menurut Bambang, kementerian lain hendaknya mengikuti pola yang dijalankan Menteri Susi Pudjiastuti. Susi berhasil mencapai realisasi belanja modal 80 persen dengan memangkas berbagai pos anggaran yang tidak perlu.

Salah satunya, menghapus program pemberdayaan nelayan dan mengubahnya menjadi belanja perahu dan jaring. Hal tersebut dinilai jauh lebih konkret dan tepat sasaran.

"Jadi kalau misalnya pemberdayaan nelayan itu ada di level satuan tiga, ya orang bingung ini pemberdayaan nelayan Rp10 miliar misalnya. Ya orang bingung buat apa ini. Ini kan bisa enggak jelas. Yang presiden inginkan adalah pemberdayaan nelayan dihapus, tapi isinya misalkan membeli perahu, membeli jaring, umpan atau segala macam," pungkas dia.

Presiden Jokowi, sebelumnya, memerintahkan para menteri Kabinet Kerja menghapus semua program yang tak konkret di setiap kementerian/lembaga. Hal ini disampaikan Jokowi saat menyerahkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tahun 2016 di Istana Negara Jakarta. 

"Jangan muncul lagi jenis-jenis program yang tidak jelas yang tidak konkret atau kalimatnya bersayap," ujar Presiden.



(KRI)