Wisma tak Terdaftar 'Diserang' Ratusan PSK

Deo Dwi Fajar Hari    •    Senin, 14 Dec 2015 17:36 WIB
lokalisasi di jatim
Wisma tak Terdaftar 'Diserang' Ratusan PSK
Ilustrasi lokalisasi. (Foto: MI/ Edna Tarigan)

Metrotvnews.com, Semarang: Sebuah wisma tak terdaftar di kawasan resosialisasi Argorejo atau yang lebih dikenal dengan Sunan Kuning (SK), Kota Semarang, Senin (14/12/2015), 'diserang' sekitar seratusan pekerja seks komersial (PSK).

Ratusan PSK berdemo di depan Wisma Indah Panorama yang terletak di gang 4. Sambil menyanyikan yel-yel, para PSK datang untuk menuntut dan mengawal proses penutupan Wisma tak terdaftar tersebut oleh jajaran Satuan Polisi Pamong Praja Kota Semarang.

Menurut koordinator aksi, Ari, menyatakan, aksi tersebut sebagai bentuk dukungan penutupan Wisma Indah Panorama yang dinilai sebagai Wisma ilegal. Sebab Wisma tersebut dinilai mencoreng nama Argorejo atau SK, dengan tidak mendaftarkan tempatnya ke Dinas terkait.

"Aksi ini bentuk dari dukungan kami atas penutupan Wisma Indah Panorama yang dinilai ilegal. Karena mencoreng nama baik kawasan Lokalisasi Argorejo, dengan tidak terdaftar di dinas terkait", kata Ari.

Pengelola Wisma serta pekerjanya, dinilai tidak pernah mengikuti kegiatan yang diselenggarakan Resosialisasi Argorejo. Akibatnya, pengawasan kesehatan dan bimbingan sosial terhadap PSK maupun Wisma tidak terlaksana dengan baik. Selain itu, minuman keras yang dijual kepada pengujung tidak resmi.

Sementara itu, Ketua Resosialisasi Argorejo, Suwandi, mengatakan bahwa Wisma Indah Panorama ditutup lantaran Muncikari dan PSKnya tidak terdaftar. Sehingga bimbingan dan screening kesehatan HIV AIDS, tidak berjalan maksimal.

"Ditutup karena pengelola dan PSK ditempat itu, tidak terdaftar. Akibatnya bimbingan terhadap pengelola Wisma dan pekerjanya, tidak maksimal. Karena ada yang belum terdaftar". Katanya.


(MEL)

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

12 hours Ago

Pengacara terdakwa kasus korupsi KTP-el Setya Novanto, Maqdir Ismail menuding dakwaan milik KPK…

BERITA LAINNYA