Paket Kebijakan Ekonomi akan Terasa ke Sektor Properti di 2016

Dian Ihsan Siregar    •    Senin, 14 Dec 2015 18:35 WIB
paket kebijakan ekonomi
Paket Kebijakan Ekonomi akan Terasa ke Sektor Properti di 2016
Ilustrasi -- ANTARA FOTO/PRADITA

Metrotvnews.com, Jakarta: Real Estate Indonesia (REI) mengungkapkan paket kebijakan ekonomi yang telah dikeluarkan pemerintah sepanjang 2015 bakal berdampak besar bagi sektor properti di 2016. Sehingga pertumbuhan properti di tahun depan lebih positif bila dibanding tahun ini.

Wakil Ketua Umum Bidang Komunikasi dan Pengembangan Usaha REI Theresia Rustandi menyebutkan, faktor paket kebijakan ekonomi pemerintah serta jelasnya pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) membantu pertumbuhan properti di 2016.

"Tahun depan lebih baik (properti), deregulasi pake kebijakan akan mulai dirasakan tahun depan. Program sejuta rumah juga dilihat pengembang cukup baik, anggota REI itu 80 persen membangun properti kelas menengah ke bawah," ujarnya, ditemui usai acara sosialisasi DIRE berbentuk KIK, di The Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Senin (14/12/2015).

Theresia pun berharap Bank Indonesia (BI) bisa menurunkan suku bunga acuan (BI rate) dari level yang ada saat ini berada di posisi 7,5 persen.

"BI rate turun, maka diikuti bunga kredit pemilikan rumah (KPR) lainnya pasti terdorong juga, dampaknya pertumbuhan properti pun meningkat," sebut Theresia, yang juga sebagai Corporate Secretary PT Intiland Development Tbk (DILD).

Sementara itu, Direktur Keuangan PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) Minarto Basuki menambahkan, sektor properti masih akan menggeliat di 2016. Namun demikian, harus didorong beberapa indikator yang ada seperti pertumbuhan ekonomi, perkembangan nilai tukar, dan ekspektasi pasar.

Pangsa pasar properti yang bergeliat, lanjut Minarto, karena adanya dampak dari aturan baru terkait loan to value (LTV) pun meningkatkan permintaan sektor properti. Hal itu pun dampaknya masih akan terasa di sektor properti di 2016.

Seperti diketahui, BI resmi mengeluarkan aturan LTV terbaru untuk Kredit Pemilikan Rumah (KPR), apartemen, dan kendaraan bermotor. LTV atau pembiayaan yang ditanggung bank untuk KPR maupun KPA konvensional dinaikkan 10 persen, sementara untuk syariah sebesar lima persen. Artinya, DP KPR konvensional lebih ringan hanya 20 persen dari sebelumnya 30 persen, untuk syariah menjadi hanya 15 persen.


(AHL)

ICW: Nama Hilang di Dakwaan Setnov Karena KPK Hati-hati

ICW: Nama Hilang di Dakwaan Setnov Karena KPK Hati-hati

6 hours Ago

Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) berpendapat hilangnya sejumlah nama politisi yang seb…

BERITA LAINNYA