Pilkada Surabaya 2015

Kalah Telak, Partai Pengusung Rasiyo-Lucy Pasrah

Amaluddin    •    Senin, 14 Dec 2015 19:04 WIB
pilkada serentak
Kalah Telak, Partai Pengusung Rasiyo-Lucy Pasrah
Ilustrasi/Metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Surabaya: Partai Demokrat salah satu partai pengusung pasangan Rasiyo-Lucy Kurniasari pasrah atas kekalahan di pemilihan kepala daerah Kota Surabaya. Dalam hitung cepat berbagai versi lembaga survei pasangan yang juga diusung PAN itu kalah telak dari pasangan Tri Rismaharini-Whisnu Sakti Buana.

"Demi berjalannya demokrasi yang baik, apapun kami hormati hasilnya," kata pelaksana tugas Ketua DPC Partai Demokrat Kota Surabaya, Hartoyo, di Surabaya, Senin (14/12/2015).

Hartoyo mengakui suara yang diproleh Rasiyo-Lucy selisih jauh dengan suara yang diproleh Risma-Whisnu. Menurut dia, selisih suara tersebut juga diketahui dari sejumlah lembaga survei yang mayoritas memenangkan pasangan petahana itu, yakni di atas 80 persen.

"Pasangan Risma-Whisnu memang unggul di semua hitungan cepat, sementara pasangan Rasiyo-Lucy Kurniasari sangat jauh tertinggal dan kami akui itu," katanya.

Kendati demikian, kata dia, pihaknya tetap masih menunggu hasil hitungan resmi dari KPU. Saat ini, kata dia, partai pengusung hanya bisa pasrah dan menerima kekalahan. "Kami menerima karena pilkada sudah melalui proses demokrasi yang baik," kata dia.

KPU Kota Surabaya sudah selesai memindai formulir C1 yang diunggah ke Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) Pilkada Serentak 2015. Hasilnya, Rasiyo-Lucy Kurniasari meraih 141.591 suara atau 13,78 persen. Sedangkan pasangan Tri Rismaharini dan Whisnu Sakti Buana memperoleh 885.860 suara atau 86,22 persen dari total surat suara yang sah.

Dari total jumlah surat suara tersebut, surat suara yang sah sebanyak 1.024.931 lembar (98,36 persen). Sedangkan surat suara tidak sah sebanyak 18.704 lembar.


(UWA)

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

12 hours Ago

Pengacara terdakwa kasus korupsi KTP-el Setya Novanto, Maqdir Ismail menuding dakwaan milik KPK…

BERITA LAINNYA