Rakyat Selandia Baru Tetapkan Pilihan Bendera Nasional Teranyar

Fajar Nugraha    •    Selasa, 15 Dec 2015 13:52 WIB
selandia baru
Rakyat Selandia Baru Tetapkan Pilihan Bendera Nasional Teranyar
Desain bendera Selandia Baru (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Wellington: Referendum rakyat Selandia Baru untuk memilih bendera nasional yang baru, berakhir sudah. Satu desain bendera sudah mereka pilih.

Bendera dengan desain daun pakis berwarna perak dengan dasar bendera berwarna biru dan hitam dikonfirmasi sebagai pilihan rakyat Selandia Baru. Pilihan yang diumumkan pada Selasa 15 Desember ini, akan menggantikan bendera sekarang yang mirip dengan bendera Australia.

"Penghitungan dari suara di dalam dan luar negeri, mengkonfirmasi hasil awal yang sebelumnya sudah diumumkan pekan lalu," pernyataan komisi pemilihan, seperti dikutip AFP, Selasa (15/12/2015).

Ada lima desain yang harus dipilih oleh rakyat Selandia Baru. Pada awalnya desain lain yang mirip dengan desain yang dipilih ini, lebih populer sebagai pilihan pertama.

Tetapi berdasarkan sistem pemungutan suara Selandia Baru, di mana rakyat membuat daftar lima desain yang paling mereka suka, desain pakis perak dengan dasar hitam, putih dan biru menjadi yang populer di antara desain lain.

Namun pemilihan desain ini belum usai. Desain yang dipilih ini akan berhadapan langsung dengan desain bendera nasional yang lama, dalam referendum kedua pada Maret 2016.

"Ini adalah pilihan signifikan bersejarah. Kini kami harus mempertimbangkan dua bendera secara berdampingan dan melihat desain mana yang paling mewakili negara ini," tutur Wakil Perdana Menteri Selandia Bill English.

Sebelumnya Perdana Menteri John Key mendorong dilakukannya referendum bendera tersebut. Menurutnya bendera Selandia Baru yang ada saat ini, lebih menunjukkan sisi kolonial dan mirip dengan bendera Australia.
 


(FJR)

KPK Bakal Pelajari Pernyataan Miryam

KPK Bakal Pelajari Pernyataan Miryam

1 day Ago

Miryam S. Haryani yang menyebut ada pertemuan anggota Komisi III DPR dengan pejabat KPK setingk…

BERITA LAINNYA