KPU Layangkan Memori Kasasi ke MA

Achmad Zulfikar Fazli    •    Selasa, 15 Dec 2015 15:25 WIB
pilkada serentak
KPU Layangkan Memori Kasasi ke MA
Ferry Kurnia Rizkiansyah. Foto: Rommy Pujianto/MI

Metrotvnews.com, Jakarta: Komisi Pemilihan Umum (KPU) berencana melayangkan memori kasasi ke Mahkamah Agung, hari ini. Langkah ini diambil KPU merespons dikabulkannya gugatan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Ujang Iskandar dan Jawawi oleh Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PT TUN).

"Hari ini, Insya Allah untuk penyampaian kasasi kepada Mahkamah Agung kita lakukan," kata Komisioner KPU Ferry Kurnia Rizkiyansyah di kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa siang.

Ferry menjelaskan, memori kasasi ini tadinya akan dilayangkan Senin 14 Desember, namun batal lantaran adanya kesalahan dalam isi memori kasasi yang akan diajukan.

"Tadinya kemarin tapi ada beberapa yang harus diperbaikan. Jadi hari ini kita sampaikan kepada MA memori kasasi, terkait dengan aktivitas yang kita lakukan untuk Pilkada di Kalimantan Tengah," jelas dia.

Dia pun berharap upaya kasasi ini dapat berjalan dengan cepat. Sehingga, KPU dapat segera melangsungkan Pilkada di Kalteng yang mengalami penundaan.

Terkait legal standing KPU dalam mengajukan kasasi, Ferry menyerahkan sepenuhnya kepada Mahkamah Agung untuk memutuskan. Namun, ia yakin keputusannya mengambil jalur kasasi merupakan langkah yang tepat dalam menyikapi keputusan PT TUN tersebut.

"Saya pikir Mahkamah Agung punya penilaian sendiri untuk itu (legal standing), tapi saya pikir bahwa pertimbangan dari putusan dan konfirmasi kita di PTTUN sudah meyakinkan kita bahwa kita akan melakukan upaya kasasi," pungkas dia.

KPU menunda pelaksanaan pilkada di lima daerah, yakni Provinsi Kalimantan Tengah, Kota Pematang Siantar, Kabupaten Simalungung, Kota Manado, dan Kabupaten Fakfak.

Untuk sengketa calon kepala daerah Kota Pematang Siantar, Kota Manado, dan Kabupaten Simalungung, Pengadilan mengeluarkan putusan sela untuk menangguhkan putusan KPU yang mencoret pencalonan kepala daerah tersebut.


(KRI)