Pasang Reklame di Yogya Harus Kantongi IMB

Patricia Vicka    •    Selasa, 15 Dec 2015 16:04 WIB
pajak
Pasang Reklame di Yogya Harus Kantongi IMB
Pengendara melintas di Jalan Malioboro. (Ant/Noverandika)

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Aturan pemasangan reklame di Yogyakarta bakal diperketat. Malah, pemasang iklan wajib mengantongi izin mendirikan bangunan (IMB) sebelum mendirikan reklame.

Pembatasan itu tertuang dalam Perda Kota Yogyakarta No 2 tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Reklame. Perda itu juga membatasi jumlah reklame pada titik persimpangan jalan.

Kepala bidang Perpajakan Dinas Pajak Daerah dan Pengelolaan Keuangan Daerah (DPDPK) Kota Yogyakarta Tugiyarta mengatakan di sudut persimpangan hanya boleh ada satu reklame besar atau berdimensi 24 meter persegi.

"Baik itu dengan tiang atau menempel di bangunan. Pokoknya, cuma boleh ada satu di setiap simpang jalan," ujar Tugiyarta saat jumpa pers Pajak Akhir Tahun di Kantor Wali Kota Yogyakarta, Selasa (15/12/2015).

Selain itu, jarak antar-reklame juga dibatasi minimal 50 meter. "Jadi enggak boleh ada dua reklame besar yang jaraknya kurang dari 50 meter," jelasnya. 

Pembatasan lainnya adalah reklame yang diletakkan di pinggir jalan harus diletakkan menjorok ke dalam atau minimal satu meter dari bibir trotoar.

"Kalau sekarang, reklame masih banyak di depan trotoar. Nanti kalau perda sudah berlaku harus minggir semua reklamenya. Jadi bisa memberi ruang pejalan kaki untuk berjalan," tegasnya. Perda No 2/2015 itu akan mulai berlaku Mei 2016.

Pemkot juga berencana mengharuskan adanya IMB saat memasang reklame. "Pemasangan tiang harus memiliki IMB. Sehingga, tingkat keamanan konstruksi reklame bisa terjamin dan aman. Tapi kita masih menunggu peraturan wali kota yang mengatur soal itu," kata dia.

Dengan adanya pembatasan ini, jumlah reklame diperkirakan berkurang. Namun, Tugiyarta yakin pendapatan daerah dari pajak reklame tidak akan turun. Malah ditargetkan naik 9,4 persen dari pendapatan pajak reklame tahun 2015. Sebab, kata dia, tarif reklame akan dinaikkan.

Pemkot menargetkan pendapatan daerah dari reklame pada 2016 naik menjadi Rp5,471 miliar dari Rp5 miliar target di tahun 2015.


(SAN)