Ekspor Jawa Tengah Bulan November Turun 4,24%

Antara    •    Selasa, 15 Dec 2015 17:42 WIB
ekspor
Ekspor Jawa Tengah Bulan November Turun 4,24%
Aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Mas, Semarang, Jawa Tengah. (Ant/Aditya Pradana Putra)

Metrotvnews.com, Semarang: Nilai ekspor Jawa Tengah pada November 2015 turun 4,24 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Pada Oktober 2015 ekspor mencapai USD435,33 juta, sedangkan pada November turun menjadi USD416,87 juta.

Penurunan ekspor juga terjadi untuk periode Januari-November 2015 yang hanya USD4.919 juta. Padahal, pada periode yang sama tahun sebelumnya, nilai ekspornya mencapai USD5.167 juta.

Data tersebut diungkapkan Kepala Bidang Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Jateng, Jam Jam Zamachsyari, di Semarang, Selasa 15 Desember.

Dilihat dari negara tujuan, berdasarkan data BPS Jateng, nilai ekspor terbesar yaitu menuju Amerika Serikat dengan angka USD99,30 juta. Terbesar kedua ke Jepang dengan nilai USD42,96 juta, dan Tiongkok dengan nilai USD42,59 juta.

Produk tekstil dan barang dari tekstil masih memberikan andil terbesar pada total ekspor Jateng. Yaitu mencapai USD180,23 juta. Sedangkan komoditas kayu memiliki nilai ekspor USD74,43 juta. Selanjutnya, untuk komoditas ketiga adalah bermacam barang hasil pabrik dengan nilai ekspor 57,47 juta dolar AS.

Sementara itu, nilai impor Jateng pada November turun sebesar 0,34 persen menjadi USD753,09 juta dari USD755,65 juta pada Oktober 2015. Sedangkan jika dibandingkan dengan November tahun lalu, nilai impor Jateng turun sebesar 41 persen.

Sedangkan untuk periode Januari-November 2015, nilai impor mencapai USD9.951 juta atau turun 31,77 persen jika dibandingkan dengan impor kumulatif periode sama tahun sebelumnya yaitu USD14.585 juta.

Tiongkok, Arab Saudi, dan Nigeria menjadi negara pengimpor terbanyak di Jateng. Masing-masing nilainya USD1.983,15 juta, USD1.955,54 juta, dan USD956,25 juta.

Dari sisi komoditas, produk mineral masih berkontribusi paling besar pada total impor yaitu mencapai USD348,34 juta, tekstil dan barang tekstil sebesar USD101,81 juta, dan mesin serta pesawat mekanik sebesar USD100,35 juta.


(SAN)