Tak Dongkrak Wisatawan, Kirab Budaya di Kelurahan Dievaluasi

Pythag Kurniati    •    Selasa, 15 Dec 2015 22:51 WIB
kirab
Tak Dongkrak Wisatawan, Kirab Budaya di Kelurahan Dievaluasi
Salah satu acara kirab yang dilaksanakan di Kota Solo. Foto: Metrotvnews.com/Pythag

Metrotvnews.com, Solo: Pemerintah Kota Solo bakal mengevaluasi acara-acara budaya di Kota Solo yang berupa kirab budaya dan pawai di tiap-tiap kelurahan. Banyaknya acara kirab yang kurang berkualitas akan berimbas pada antusias masyarakat. Terlebih kirab budaya di masing-masing kelurahan tidak signifikan mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan dan mengangkat potensi ekonomi daerah. Hal tersebut dibenarkan oleh penjabat Wali Kota Solo, Budi Suharto.

“Saat ini kita tidak lagi bicara mengenai kuantitas tapi kualitas. Ini memang menjadi pekerjaan rumah bagi dinas-dinas terkait seperti Disbudpar, Dinas Koperasi, dan Dinas Perdagangan. Jangan hanya banyak kirab tapi kehilangan esensinya menarik wisatawan dan mengangkat potensi perekonomian daerah,” kata Budi, Selasa (15/12/2015).

Di Kota Solo, pada 2015 terdapat sekitar 50 kirab budaya. Di 2016, imbuh Budi, pelaksanaan kirab harus mulai dievaluasi. “Harus ada integrasi antarwilayah. Jadi, bukan mengurangi kirab-kirab, tapi menyatukan. Yang jelas harus berkualitas,” paparnya. Budi menambahkan dari 50 agenda budaya termasuk kirab akan dipangkas menjadi 20 agenda di 2016.

Pemerintah kota pun memangkas anggaran untuk acara budaya hingga Rp5 miliar pada 2016. Tahun 2015, anggaran untuk acara budaya mencapai Rp15 miliar dan di 2016 diturunkan menjadi Rp10 miliar. 

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Solo, Eny Tyasni Suzana, mengatakan kirab budaya di masing-masing kelurahan sebenarnya dimaksudkan untuk mengangkat potensi daerah.

“Kita juga telah mengimbau melalui kelompok sadar wisata (pokdarwis) bahwa mengangkat potensi daerah masih tetap bisa dilakukan tanpa kirab atau dengan cara lainnya,” kata Eny. Sementara beberapa agenda budaya dan kirab berskala besar  memang tidak hanya mengandalkan dari dana APBD.


(UWA)