Ekspor Indonesia Harus Dituju ke Pasar Nontradisional

Gervin Nathaniel Purba    •    Rabu, 16 Dec 2015 07:55 WIB
ekspor
Ekspor Indonesia Harus Dituju ke Pasar Nontradisional
Kepala Bappenas Sofyan Djalil. FOTO: MI/PANCA SYURKANI

Metrotvnews.com, Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai eskpor Indonesia pada November kemarin lebih rendah dibanding nilai impor, di mana nilai ekspor menunjukkan USD11,16 miliar sedangkan impor USD11,51 miliar.

Dalam menanggapi hal ini, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Sofyan Djalil mengatakan Indonesia harus lebih proaktif melakukan penetrasi ekspor ke pasar nontradisional.

"Seperti Afrika, Iran, dan negara-negara di Asia Tengah yang menurutnya selama ini masih terbatas," ujar Sofyan saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, Selasa, 15 Desember.

Dirinya menambahkan, selama ini ekspor Indonesia banyak tertuju ke pasar tradisional seperti Jepang, Tiongkok, dan beberapa negara lain. Dalam hal ini, Sofyan menyoroti Tiongkok yang mengalami penurunan impor lantaran beralihnya Tiongkok dari investasi ke konsumsi.

"Maka apa namanya perdagangan dan industri kita harus lebih memasukan penetrasi ke wilayah-wialayah yang nontradisional," jelasnya.

Sekadar informasi, neraca perdagangan Indonesia pada November tercatat defisit USD346,4 juta. Namun, secara total dari Januari hingga November masih surplus USD7,81 miliar.


(AHL)