Pilkada Surabaya 2015

'Tolak' Rekapitulasi, Tim Rasiyo-Lucy: Dana Kampanye Risma Janggal

Amaluddin    •    Kamis, 17 Dec 2015 10:12 WIB
pilkada serentak
'Tolak' Rekapitulasi, Tim Rasiyo-Lucy: Dana Kampanye Risma Janggal
Proses rekapitulasi suara Pilkada Surabaya, 16 Desember 2015, Ant - Didik Suhartono

Metrotvnews.com, Surabaya: Tim pemenangan pasangan calon nomor urut 1 Rasiyo-Lucy Kurniasari ogah menandatangani hasil rekapitulasi surat suara Pilkada Surabaya, Jawa Timur. Sebab sumbangan dana kampanye ke pasangan lawan, Rasiyo-Whisnu Sakti Buana, masih janggal.

Liaison officer (LO) Rasiyo-Lucy, Achmad Zainul Arifin, mengatakan mendapat informasi dua sopir memberikan bantuan dana kampanye sebesar Rp100 juta ke Risma-Whisnu. Pria yang akrab disapa Gus Ipin itu menganggap pemberian dana tak masuk akal.

"Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Surabaya harus mengusut tuntas terlebih dahulu. Baru kemudian kami akan menandatangani hasil rekapitulasi," kata Cak Ipin di Surabaya, Kamis (17/12/2015).

Pemberi sumbangan, kata Gus Ipin, tak jelas. Ketidakjelasan itu dapat berbuntut pembatalan pencalonan Risma-Whisnu.

"Oleh karena itu, kami minta Panwaslu tuntaskan kasus ini," ujar pria yang juga Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPD PAN Surabaya itu. 

Sesuai Peraturan KPU Nomor 8 Tahun 2015 pasal 76, ungkap Gus Ipin, partai politik atau gabungan tak boleh menerima atau memberikan bantuan pada pihak yang identitasnya tak jelas. 

"Apabila itu dilakukan, maka bisa dikenai sanksi pembatalan dan kemenangan Risma-Whisnu bisa digugurkan," kata dia.

Gus Ipin mengatakan masalahnya bukan menang atau kalah. Tapi, pelaksanaan Pilkada harus berintegritas. Lantaran itu, kata Gus Ipin, ia tak ingin ada pihak yang menodai integritas Pilkada melalui pemberian dana kampanye.

Sementara itu Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Surabaya mendalami dugaan bantuan dana kampanye fiktif kepada pasangan calon (paslon) Risma-Whisnu. Dana kampanye tersebut disumbang oleh dua orang berprofesi sopir masing-masing menyumbang sebesar Rp50 juta.

Kedua sopir itu bernama Taufiqurrahman yang beralamat di Jalan Simomagerejo XI Nomor 17 dan Triyono yang beralamat di daerah Kenjeran Surabaya. Pemberian dana dianggap tak wajar sebab kedua orang itu hidup di rumah yang sangat sederhana, bahkan berkesan tak layak.

Kemarin, KPU menggelar rekapitulasi suara Pilkada Surabaya. Hasilnya, 1.034.411. Rivalnya, Rasiyo-Lucy Kurniasari meraih suara sah 141.324.


(RRN)

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

6 days Ago

Uang berasal dari uang pengganti terpidana kasus korupsi proyek KTP-el Andi Agustinus alias And…

BERITA LAINNYA