Jual Senjata ke Arab Saudi, Inggris Dianggap Langgar Aturan

Sonya Michaella    •    Kamis, 17 Dec 2015 10:24 WIB
inggris
Jual Senjata ke Arab Saudi, Inggris Dianggap Langgar Aturan
Ilustrasi senjata (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, New York: Koalisi kelompok hak asasi manusia (HAM) mengecam Inggris yang mengirim senjata ke Arab Saudi, Rabu (16/12/2015). Penjualan senjata ke Riyadh akan melanggar aturan perdagangan global terkait senjata.
 
Sedangkan, pemerintah Inggris menolak kritik dan protes itu. Mereka menegaskan bahwa penjualan senjata sesuai dengan aturan perjanjian tersebut.
 
Koalisi yang menamakan dirinya Control Arms ini, mendapat dukungan opini hukum dari pengacara dan profesor University College di London Philippe Sands menemukan bahwa bukti dan informasi koalisi Arab telah terlibat dalam serangan yang ditujukan terhadap penduduk sipil dalam perang di Yaman.
 
Hampir 6.000 orang, -hampir setengah dari jumlah itu adalah warga sipil- tewas sejak serangan udara yang dipimpin Arab Saudi sejak Maret.
 
Tujuh hari gencatan senjata yang dimulai Selasa 15 Desember di Yaman bertepatan dengan pembicaraan damai untuk mencoba mengakhiri perang saudara antara Iran yang didukung Houthi (Yaman Utara) dan pejuang selatan serta timur yang didukung Arab Saudi.
 
Ahli hukum Sands juga berpendapat dan menemukan penjualan senjata saat ini dan untuk kedepannya ditutupi oleh Perjanjian Perdagangan Senjata yang menyerukan negara-negara untuk tidak mengizinkan penjualan berbagai senjata, jika senjata itu digunakan kepada warga sipil.
 
"Jika Inggris terus mengirim senjata ke Arab Saudi, mereka akan terus sengaja melanggar perjanjian, dan mereka membantu perang," pernyataan Control Arms,  seperti dikutip Reuters, Kamis (17/12/2015).
 
Namun, seorang juru bicara pemerintah Inggris membantah penilaian itu. Dalam sebuah pernyataan, dia mengatakan bahwa London tidak melanggar perjanjian.
 
"Kami mengoperasikan salah satu pengendalian ekspor senjata yang paling ketat dan transparan di dunia dengan setiap aplikasi lisensi berdasarkan kasus per kasus, dengan mempertimbangkan semua informasi yang relevan, untuk memastikan kepatuhan kewajiban hukum kami," ungkap jubir pemerintah Inggris.
 
Control Arms menyebutkan perdagangan senjata dengan Arab Saudi juga dilakukan oleh Italia, Jerman, Prancis, Belgia dan Republik Ceko.  Namun Control Arms hanya fokus kepada negara Eropa  dan tidak menyebut Amerika Serikat (AS) sebagai pemasok utama senjata ke Arab Saudi.



(FJR)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

4 days Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA