Jurus Jitu Wakil Ketua MPR Masyarakatkan 4 Pilar

Pelangi Karismakristi    •    Kamis, 17 Dec 2015 12:15 WIB
mpr ads
Jurus Jitu Wakil Ketua MPR Masyarakatkan 4 Pilar
Wakil Ketua MPR Oesman Sapta Oddang -- MI/Susanto

Metrotvnews.com, Jakarta: Nilai yang terkandung dalam 4 Pilar Kebangsaan ternyata belum banyak diketahui masyarakat. Namun, Wakil Ketua MPR Oesman Sapta Odang punya jurus jitu untuk lebih memasyarakatkan 4 Pilar Kebangsaan.

Menurut pria yang kerap disapa Oso ini, ada empat komponen yang diperlukan untuk lebih memasyarakatkan 4 Pilar Kebangsaan yang terdiri dari Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika. Empat kompnen yang dimaksud yaitu media cetak, media elektronik, media online, dan radio.

"Saya menganjurkan empat komponen ini harus bertanggungjawab mensosialisasikan 4 Pilar supaya pesannya sampai ke tingkat paling bawah," ujar Oso dalam bincang MPR Rumah Kebangsaan di Studio Metro TV, Kedoya, Jakarta Barat, Rabu (16/12/2015).

Sebagai pimpinan MPR, Oso sering mengadakan seminar 4 Pilar Kebangsaan. Namun, seminar hanya diikuti beberapa kelompok kecil saja sehingga manfaatnya dirasa masih kurang.

"Dengan adanya empat komponen (media cetak, media elektronik, media online, dan radio), paling tidak bisa memangkas biaya. Artinya tidak perlu mengeluarkan budget terlalu banyak untuk berkeliling ke tiap daerah," terang Oso.

Setiap pimpinan MPR, jelas Oso, wajib mensosialisasikan 4 Pilar Kebangsaan ke daerah asalnya masing-masing. Hal tersebut masih dilakukan hingga sekarang.

"Jika ada yang mau mensosialisasikan 4 Pilar di daerah asalnya, dia (pimpinan MPR) bisa bertemu konstituennya, tidak putus hubungan dengan konstituennya, dan menambah konstituen. Jadi tidak ada dusta dengan konstituennya, karena apa yang dia (pimpinan MPR) bikin itu bagian dari perjuangan kebangsaan secara maksimal," papar Oso.

Pria asal Kalimantan Barat ini juga menyatakan keprihatinan terhadap maraknya tindakan radikalisme dan kekerasan di Indonesia. Apalagi, media kini banyak memberitakan pembunuhan orang tua yang dilakukan anak atau sebalinya. Oso memandang sebaiknya orang tua tidak terlalu mengekang anaknya, karena anak akan berontak.

"Jangan lupa, intervensi budaya asing juga sangat mempengaruhi budaya kita. Sehingga budaya kita lemah. Namun, kini jamannya anak muda berpikir menurut pikirannya. Tidak lagi berpikir pada arah apa yang selama ini kita lakukan," imbuh Oso.  

Oso berpesan, agar orang tua bisa mengikuti keinginan anak muda tapi tetap mengontrolnya. Jangan mengatur anak muda dengan berlebihan.

"Biarkan mereka (anak muda) bercerita tentang zamannya. Jangan batasi komunikasi dengan anak, kalau komunikasi hidup, dia tidak sempat berpikir sesuatu yang negatif. Kalau sampai hilang komunikasi, dia akan berkomunikasi dengan yang lain," pungkas Oso.


(NIN)

KPK Diminta Segera Ungkap Nama Besar di Belakang Novanto

KPK Diminta Segera Ungkap Nama Besar di Belakang Novanto

2 hours Ago

Setelah vonis 15 tahun terhadap Setya Novanto diketuk, KPK diminta untuk segera mengungkap nama…

BERITA LAINNYA