Pilkada Kabupaten Serang

Data Tidak Sesuai, Pleno Rekapitulasi di Kabupaten Serang Ditunda

Batur Parisi    •    Kamis, 17 Dec 2015 12:20 WIB
pilkada serentak
Data Tidak Sesuai, Pleno Rekapitulasi di Kabupaten Serang Ditunda
Foto: Ilustrasi rapat pleno rekapitulasi suara/Ant_Indrianto Eko Suwarso

Metrotvnews.com, Serang: Rapat pleno rekapitulasi suara Kabupaten Serang, Banten, Kamis 17 Desember, ditunda. Penundaan rapat penghitungan suara ini terkait masalah administrasi.

"Ini kami tunda dari panwas (panitia pengawas pemilu), karena terdapat perkara secara administratif yang perlu diselesaikan," kata Komisioner Panitia Pengawas Pemilihan Umum Mastur Jamas, di Gedung Serbaguna Wandagaluh, Palima, Kabupaten Serang, Banten, Kamis (17/12/2015).

Mastur mengatakan, administrasi itu terkait ketidaksesuaian data yang dimiliki Panwaslu dan KPU Kabupaten Serang. "Di antaranya, ada beberapa kecamatan yang di DPTnya berubah jumlahnya. Jumlah laki-laki dan perempuan ada yang tidak sesuai. Jadi banyak yang tidak matching (sesuai)," ujar dia.

(Foto: Suasana persiapan Rapat Pleno Rekapitulasi Suara di Kabupaten Serang, Banten/MTVN_Batur Parisi)
Panwaslu Kabupaten Serang juga menemukan daftar pemilih tetap (DPT) yang kosong di berita acara. Namun, ada jumlah pemilih dalam berita acara tersebut.

"Harusnya sama-sama konsisten, sesuai yang diplenokan dahulu. Kemudian di DPTnya sama juga, ada yang ditemukan kosong seperti di berita acaranya tetapi ada jumlah pemilihnya," kata dia.

Data tidak cocok itu terjadi di delapan Kecamatan, Kabupaten Serang. Salah satunya di Kecamatan Anyer yang memiliki 29.270 DPT, namun perolehan suara sebanyak 29.280. Sementara, di Kecamatan Baros, jumlah DPT laki-laki 21 sedangkan perempuan 22.

"Tapi, ini ada perbedaan jumlah laki-laki 24, perempuan 22. Artinya, ini tidak sesuai," ujar dia.

Untuk itu, Panwaslu dan KPU Kabupaten Serang akan berkoordinasi dan mencocokkan data. Setelah itu, rapat pleno rekapitulasi suara baru digelar.

"Kami beserta jajaran menghendaki jangan buru-buru ditetapkan, tetapi melakukan pencermatan (terlebih dahulu)," pungkas dia.


(TTD)