KPK Mulai Sidik Kasus RS Universitas Airlangga

Yogi Bayu Aji    •    Kamis, 17 Dec 2015 13:52 WIB
kasus korupsi
KPK Mulai Sidik Kasus RS Universitas Airlangga
KPK. Foto: Panca Syurkani/MI

Metrotvnews.com, Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi meningkatkan kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Rumah Sakit Universitas Airlangga, Surabaya ke penyidikan. Lembaga antikorupsi itu telah menetapkan tersangka dalam kasus tersebut.

"Setahu saya sih sudah (ditingkatkan ke penyidikan)," kata Pelaksana Tugas Wakil Ketua KPK Indriyanto Seno Adji melalui pesan singkat, Kamis (17/12/2015).

Namun, Indriyanto belum mau mengungkap siapa yang ditetapkan sebagai tersangka kasus ini. Dia belum mendapatkan laporan secara detail. "Saya belum terima info dari tim," imbuh Indriyanto.

Menurut informasi yang dihimpun, salah seorang yang terjerat dalam kasus ini adalah mantan anak buah M. Nazaruddin, Minarsih. Proyek itu memang melibatkan PT Buana Ramosari Gemilang, PT Exartech Technologi Utama, dan PT Duta Graha Indah yang disebut-sebut terkait dengan jaringan Nazaruddin, bekas Bendahara Umum Partai Demokrat.

Lelang proyek terjadi pada 2010 yang dijalankan Ketua Panitia Lelang Unair Makmur Mutari. Proyek yang bernilai ratusan miliar kemudian diresmikan pada 14 Juni 2011.

Selama tahap penyelidikan, KPK telah memanggil sejumlah pihak yang dianggap mengetahui kasus tersebut. Salah satunya, Kepala Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jatim La Nyalla Matalitti.

"Saya dimintai keterangan tentang proyek 2010 di Unair. Rumah Sakit Unair," kata La yalla di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Rabu 11 Maret lalu.

Ketua Umum PSSl itu diperiksa dalam kapasitasnya sebagai pemilik perusahaan Airlangga Tama Nusantara Sakti. Perusahaan itu merupakan pemenang tender pembangunan RS Unair yang terindikasi terjadi tindak pidana korupsi.

La Nyalla menjelaskan, proyek itu memang dikerjakan perusahaannya bekerjasama dengan PT Pembangunan Perumahan (PP). "Kita JO (Joint Operation) sama PP," pungkas dia.


(KRI)