Tak Punya Sumber Air Bersih, Yogya Bangun Sistem Kelola Air Permukaan

Patricia Vicka    •    Kamis, 17 Dec 2015 14:13 WIB
air bersih
Tak Punya Sumber Air Bersih, Yogya Bangun Sistem Kelola Air Permukaan
Skema SPAM di Yogyakarta. (Metrotvnews.com/Patricia Vicka)

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Kebutuhan air bersih di Daerah Istimewa Yogyakarta dipenuhi dari wilayah administratif lain. Pemda bersama pemerintah pusat membangun Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) untuk mengolah air baku dan air permukaan.

Kepala Dinas PU ESDM DIY Rani Sjamsinarai menjelaskan, DIY sedang kesulitan mencari air baku baru. Sebab, DIY tak memiliki sumber air bersih. Seluruh sumber air bersih berasal dari provinsi lain.

Selain itu, ketersediaan air minum di kawasan perkotaan Yogyakarta masih kurang jika dibandingkan dengan pertumbuhan penduduk.

"Pemerintah merasa perlu ada tambahan kapasitas air yang memanfaatkan sumber air baku dan air permukaan. Maka dibangunlah SPAM," ujar Rani di Kepatihan, Yogyakarta, Kamis (17/12/2015).

Direncanakan, SPAM bisa memenuhi kebutuhan air di tiga wilayah Kartamantul, yakni Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman, dan Bantul. Sumber air akan diambil dari Kali Progo.

Rani menjelaskan, SPAM Kartamantul dibuat dalam dua tahap. Tahap pertama adalah membuat intake berkapasitas 400 liter per detik di Bantar Kulon Progo.

"Intake artinya tempat mengambil air dan memproduksinya. Setelah air diproduksi, tidak kita jual langsung ke masyarakat. Tapi akan kami pasok ke PDAM Kartamantul. PDAM yang menyalurkan ke masyarakat," tutur dia.

Pembangunan intake Bantar dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama yang berkapasitas 200 liter per detik sudah dibangun 2014 dan selesai tahun ini. Sementara, tahap kedua selesai 2016 dan berkapasitas 200 liter per detik.

"Setelah intake di Bantar selesai, kami buat intake di Kebon Agung berkapasitas 300 liter per detik. SPAM Kartamantul keseluruhan direncanaklan selesai 2019," jelasnya.

Jika pembangunan SPAM sudah selesai, diprediksi mampu memberikan air baku 700 liter per detik yang akan disalurkan ke Bantul, Kota Yogyakarta dan Sleman.

"Diharapkan air itu bisa memberikan pelayanan air minum kepada 350 ribu penduduk di kawasan perkotaan," pungkasnya.


(SAN)