Ini Politikus Golkar yang Berpeluang Jadi Ketua DPR

Husen Miftahudin    •    Kamis, 17 Dec 2015 14:36 WIB
pengganti setya novanto
Ini Politikus Golkar yang Berpeluang Jadi Ketua DPR
Idrus Marham--Metrotvnews.com/Damar Iradat

Metrotvnews.com, Jakarta: Sekjen Partai Golkar Idrus Marham mengklaim mundurnya Setya Novanto dari posisi Ketua DPR menjaga martabat DPR dan Golkar. Soal pengganti Novanto, Idrus menyerahkan sepenuhnya pada sistem dan mekanisme di internal Partai Golkar.

Dia mengatakan ada sejumlah nama yang memiliki peluang duduk di kursi yang ditinggalkan Novanto. "Kalau nama-nama, ada mbak Titik (Soeharto), Rambe Kamaruzaman, Ade Komarudin, Fadel (Muhammad), Aziz Syamsuddin. Bahkan yang lain-lain juga punya kompetensi," kata Idrus di kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (17/12/2015).

Politikus senior Golkar Jusuf Kalla mengaku belum mengetahui sosok yang cocok untuk duduk di kursi DPR. Dia mengatakan pengganti Novanto harus dari Partai Golkar. Sebab dalam Undang Undang MPR, DPR, DPD dan DPRD (MD3), jika Ketua DPR turun, maka akan digantikan oleh partai masing-masing, dalam hal ini adalah Partai Golkar.

Novanto resmi mengundurkan diri, Rabu 16 Desember malam. Surat resmi pengunduran diri Novanto telah dibacakan dalam sidang tertutup di Mahkamah Kehormatan Dewan.

"Saya bacakan surat yang saya terima langsung dari yang bersangkutan: Sehubungan dengan penanganan pengaduan etika yang sedang berlangsung di DPR RI, dengan ini saya menyatakan pengunduran diri dari Ketua DPR RI 2014-2019," kata anggota MKD Sufmi Dasco, Rabu, 16 November.

Dalam surat tersebut tidak dijelaskan terkait pengakuan bersalah Novanto. Novanto mengatakan pengunduran dirinya dari kursi pimpinan DPR didasari pada pertimbangan situasi yang berkembang selama sidang MKD. Sikap ini dilandasi atas kecintaannya kepada kepentingan bangsa.

Novanto menjelaskan, selama dirinya menjabat sebagai pimpinan DPR, ada banyak dinamika politik yang terjadi. Namun, dia bilang, dinamika itu kerap menjegal dirinya dalam menjalankan tanggung jawab sebagai Ketua DPR.


(YDH)