Penjelasan Idrus Soal Pengganti Novanto

Husen Miftahudin    •    Kamis, 17 Dec 2015 16:33 WIB
pengganti setya novanto
Penjelasan Idrus Soal Pengganti Novanto
Sekretaris Jenderal Partai Golkar Munas Bali Idrus Marham (tengah) menjawab pertanyaan wartawan sebelum menjalani pemeriksaan di Bareskirim Mabes Polri, Jakarta, Kamis (30/4).--Foto: Antara/Reno Esnir

Metrotvnews.com, Jakarta: Pengunduran diri Setya Novanto dari jabatan Ketua DPR membuat Partai Golkar harus mencari nama pengganti. Partai Golkar akan tetap menjunjung tinggi aturan partai yang ada dengan mengedepankan sistem musyawarah dan mufakat.

Sekretaris Jenderal Partai Golkar versi Aburizal Bakrie, Idrus Marham, mengatakan, saat ini beredar lima nama yang layak menggantikan Novanto. Mereka adalah Titiek Soeharto, Rambe Kamarulzaman, Ade Komaruddin, Fadel Muhammad dan Aziz Syamsuddin.

"Bahkan lain-lain juga memiliki kemampuan dan kompetensi untuk itu. Tetapi itulah nama-nama yang beredar selama ini. Nah di antara nama-nama itu, tugas saya selaku Sekjen adalah menginventarisir ini semua aspirasi-aspirasi yang ada," ujar Idrus saat ditemui di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (17/12/2015).

Setelah itu, lanjut Idrus, aspirasi-aspirasi itu akan ditampung ke dalam mekanisme keputusan. Mekanisme pengambilan keputusan akan menjadi kekuatan Partai Golkar.

"Bukan pada orang-orang, tetapi sistem ini yang nanti akan menggodok. Siapa-siapa nanti yang akan kita tugaskan dapat dicalonkan sebagai Ketua DPR mengganti Setnov," papar Idrus.


Mantan Ketua DPR Setya Novanto,--Foto: MI/Mohamad Irfan

Mekanisme pengambilan keputusan melibatkan seluruh tokoh yang memiliki wewenang terhadap aspirasi nama yang pantas dan layak menggantikan Novanto. Bisa saja mekanisme itu dibuat dengan membentuk tim terlebih dahulu kemudian mengundang semua stakeholder.

"Saya kira ini yang nanti akan kita atur. Untuk target, saya kira ini jangan tiba-tiba, ya kita tenangkan dulu. Jangan kita ambil keputusan dalam keadaan yang tidak baik, harus tenang. Ini kita urus masalah bangsa, kalau kita urus masalah bangsa semua harus tenang. Kita ada aturannya," tegas dia.

Ia menambahkan, "Dan lagi-lagi, Golkar konsisten jangan berangkat dari orang, tetapi berangkat dari aturan. Jadi jangan mulai dari si A si B si C, tapi mulai dari aturan Partai Golkar. Dan pertimbangan utamanya ada pada tanggung jawab kita kepada bangsa ini ke depan," kata Idrus.


(MBM)