Pembangunan Food Estate di Merauke Terhambat Masalah Sosial

Gervin Nathaniel Purba    •    Kamis, 17 Dec 2015 17:43 WIB
kementan ads
Pembangunan <i>Food Estate</i> di Merauke Terhambat Masalah Sosial
Menteri Pertanian (Mentan) Andy Amran Sulaiman (Kanan). ANTARA FOTOAkbar Nugroho Gumay.

Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian Pertanian (Kementan) memaparkan penyebab terhambatnya pembangunan kawasan pangan terpadu atau food estate di Meruake, Papua.

Menteri Pertanian (Mentan) Andy Amran Sulaiman mengatakan realisasi pembangunan food estate masih belum siap secara keseluruhan. Menurutnya, penyebab terhambatnya pembangunan ini lantaran masalah sosial yang terjadi di Merauke.

"Sampai Desember hingga akhir tahun ini (pembangunan food estate) baru 2.000 hektare (ha). Itu karena masalah sosial di lapangan, kalau kita siap saja," ujar Amran saat ditemui di Markas Besar (Mabes) TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (17/12/2015).

Padahal, menurutnya, potensi lahan pertanian di Merauke sangat besar yang diperkirakan dapat mencapai empat juta ha. Bahkan, dengan luas lahan tersebut, berbagai macam tanaman pangan bisa saja ditanam seperti  tebu, jagung, dan padi.

"Tetapi itu tergantung masyarakat setempat. Kondisi sosial tidak seperti yang kita bayangkan," tutur Amran.

Masih lanjut Amran, untuk menyelesaikan permasalahan ini, menurutnya diperlukan adanya pendekatan khusus kepada masyarakat setempat. "Ada diskusi, perlu pendekatan, dan beri pemahaman, kan harus ajak bicara," jelasnya.

Sekadar diketahui, food estate atau biasa yang dikenal dengan istilah lumbung pangan merupakan pembangunan yang dicanangkan dalam Pemerintahan Jokowi-JK. Rencananya pembangunan tersebut ditargetkan seluas satu juta ha dan salah satu lokasinya ada di Merauke, Papua.



(SAW)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

5 days Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA