Rusuh, Ratusan Polisi Berjaga di Lapas Kerobokan

Arnoldus Dhae    •    Kamis, 17 Dec 2015 20:22 WIB
kerusuhan
Rusuh, Ratusan Polisi Berjaga di Lapas Kerobokan
Suasana pengamanan di Lapas Kerobokan Bali saat pemindahan dua terpidana mati asal Australia Myuran Sukumaran dan Andrew Chan. Ant/Nyoman Budhiana.

Metrotvnews.com, Denpasar: Kerusuhan terjadi di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kerobokan, Bali. Ratusan polisi langsung mengepung Lapas terbesar di Bali itu.

Saat anggota polisi tiba di Lapas Kerobokan, puluhan anggota organisasi masyarakat (Ormas) telah mengepung Lapas Kerobokan terlebih dulu. Mereka membawa berbagai senjata tajam. Beruntung, kedatangan anggota ormas berhasil dicegat anggota polisi bersenjata lengakap.

Polisi pun berbicara dengan perwakilan ormas untuk menenangkan situasi. Polisi akhirnya berhasil memukul mundur anggota ormas tersebut. Kapolresta Denpasar Kombes Pol AA Made Sudana menjelaskan, belum ada penyelidikan terkait kerusuhan di Lapas Kerobokan.

"Kami belum tahu apa persoalannya, siapa korban, siapa pelakunya. Kami hanya datang bersama pasukan untuk mengamankan, biar situasi dan kondisi terkendali. Itu saja tugas kami. Saya belum bisa menjelaskan apa-apa soal ini," ujarnya di depan Lapas Kerobokan, Bali, Kamis (17/12/2015).

Made Sujana telah melakukan koordinasi dengan masing-masing pimpinan ormas untuk menarik anggota mereka. Ia pun meminta setiap ormas tak membuat keributan di sekitar Lapas Kerobokan.

"Kami sudah kontak para tokohnya, ketuanya, agar menarik anggotanya, dan tetap menjaga suasana kondusif di Bali. Kami tidak mau saat ini yang masih dalam rangkaian Pilkada dibuat tidak kondusif," ujarnya.

Informasi yang beredar di Lapas, saat ini dua orang meninggal akibat kerusuhan ini. Jenazah korban telah dibawa ke RSUP Sanglah Denpasar.  Kerusuhan berawal dari perebutan lahan di Lapas Kerobokan antara dua ormas besar di Bali. Hingga saat ini ratusan polisi masih berjaga-jaga di Lapas Kerobokan untuk mengantisipasi adanya kerusuhan susulan.


(DRI)