Partisipasi Pemilih dalam Pilkada Seretak Baru 69 Persen

Damar Iradat    •    Jumat, 18 Dec 2015 01:23 WIB
pilkada serentak
Partisipasi Pemilih dalam Pilkada Seretak Baru 69 Persen
Seorang pemilih mencelupkan jari di tinta seusai memberikan hak pilih di TPS. Ant/Sigid Kurniawan.

Metrotvnews.com, Jakarta: Partisipasi nasional dalam Pilkada serentak 2015 masih di bawah harapan. Tingkat partisipasi nasional dalam Pilkada baru mencapai 69 persen.

Dari 229 daerah yang menggelar Pilkada dengan jumlah data pemilih tetap sebanyak 94.117.455, partisipasi pemilih rata-rata mencapai 69 persen. Dalam data tersebut, pemilih berjenis kelamin perempuan lebih banyak menggunakan hak pilihnya dengan selisih cukup tinggi yaitu 4 persen.

"Pilkada kita totalnya 269, diundur 5 jadi, 264. Nah, tidak semuanya rekapitulasinya masuk 100 persen. Yang 100 persen hanya 229. Sisanya belum lengkap seratus persen," kata Koordinatior JPPR Masykurudin, Kamis (17/12/2015).

Dari data yang diterima, jumlah pemilih laki-laki mencapai angka 47.031.770 atau 49,9 persen. Sementara pemilih perempuan mencapai 47.085.685 atau 50,1 persen.

Sementara itu, untuk data partisipasi pemilih mencapai 60.099.431, dengan rincian, partisipasi pemilih laki-laki 28.640.178 (48 persen) dan partisipasi pemilih perempuan 31.459.253 (52 persen).

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hadar Nafis Gumay juga memaparkan angka partisipasi pemilih sementara di Pilkada kemarin di tiga tingkat daerah.

"Angka sementara KPU rata-rata tingkat partisipasi pemilih dalam Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur 67,34 persen, Pilkada Bupati dan Wakil Bupati 70,36 persen dan Pilkada Walikota dan Wakil Walikota adalah 65,07 persen. Itu belum 100 persen," ungkap Hadar.

Untuk tingkat partisipasi di bawah rata-rata 60 persen masih ada 34 daerah. Sementara partisipasi 60-70 persen ada 84 daerah. Partisipasi 70-80 persen ada 88 daerah. Dan partisipasi diatas 80 persen ada 23 daerah.

Berikut adalah data 10 daerah yang tingkat partisipasinya paling rendah dan tinggi:

10 Daerah Partisipasi Paling Rendah :

1. Kota Medan, 27 persen.

2. Kota Batam, 50 persen.

3. Kabupaten Serang, 51 persen

4. Kabupaten Kota Waringin Timur, 52 persen

5. Kabupaten Jember, 52 persen.

6. Kabupaten Tuban, 52 persen.

7. Kabupaten Karimun, 54 persen.

8. Kabupaten Padang Pariaman, 55 persen.

9. Kabupaten Agam, 55 persen.

10. Kabupaten Asahan, 55 persen.


10 Daerah Partisipasi Paling Tinggi :

1. Kabupaten Mamuju Tengah, 92 persen.

2. Kabupaten Nabire, 92 persen.

3. Kabupaten Sorong Selatan, 91 persen.

4. Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, 89 persen.

5. Kabupaten Bone Bolango, 88 persen.

6. Kota Tomohon, 88 persen.

7. Kabupaten Konawe Utara, 88 persen.

8. Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, 85 persen.

9. Kabupaten Melawi, 85 persen

10. Kabupaten Pakpak Bharat, 83 persen.


(DRI)