CSO Desak Presiden Realisasikan Agenda Pembangunan Dunia

Desi Angriani    •    Jumat, 18 Dec 2015 01:39 WIB
pembangunan
CSO Desak Presiden Realisasikan Agenda Pembangunan Dunia
Presiden Joko Widodo. MI/Panca Syurkani.

Metrotvnews.com, Jakarta: Civil Society Organization (CSO) Indonesia mendesak Presiden Joko Widodo segera merealisasikan agenda pembangunan dunia Post-2015 atau yang dikenal Sustainable Developmet Goals (SDGs). Program ini akan menjadi target dan tujuan pembangunan dunia hingga 2030.

"Yang mendesak yang harus dilakukan oleh pemerintah agar SDGs bisa dilaksanakan," ujar anggota CSO, Direktur Eksekutif INFID Sugeng Bahagijo usai menemui Presiden Jokowi di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (17/12/2015).

Sugeng mengatakan, payung hukum SDGs harus segera dibentuk pemerintah sebelum ditandatangani. SDGs terdiri atas 17 tujuan dan 169 target yang meliputi penghapusan kemiskinan dan kelaparan, pendidikan inklusif, kesehatan, kesamaan gender, kesediaan air bersih dan sanitasi, serta akses dan kesediaan sumber energi.

"Harus dibentuk panitia pelaksana yang terdiri dari pemerintah dan perwakilan SDGs. Harus ada rencana aksi karena tahun depan setiap negara yang sudah tanda tangan SDGs diminta oleh forum NY untuk menyampaikan," tutur dia.

Ditempat yang sama, Direktur WALHI Nasional Abetnego Tarigan menyebut, perlindungan ekosistem wilayah pesisir dan perlindungan hutan. Termasuk di dalamnya reklamasi bakal masuk ke rumusan SDGs.

"Ini penting karena tidak jarang sekali pengalama lalu2 pemerintah rarifikasi komitmen-komitmen global tapi tidak in line dengan program pembangunan," ungkap dia.

Sekadar diketahui, keanggotaan CSO Indonesia terdiri atas Forum on Indonesian Development (INFID), Friends of the Earth Indonesia (WALHI), Koalisi Perempuan Indonesia, Migrant Care, TII, Prakarsa dan AJI.

SDGs juga menjadi referensi dalam penyusunan RPJMN maupun rencana kerja pemerintah (RKP) tahunan. Rencana Aksi Daerah (RAD) di tiap provinsi perlu disusun agar perencanaan dan implementasi menjadi lebih fokus sesuai dengan tantangan daerah masing-masing.


(DRI)