Yang Dipertuan Raja Minangkabau Tuntut Permintaan Maaf Riza Chalid

Renatha Swasty    •    Jumat, 18 Dec 2015 03:00 WIB
pencatut nama presiden
Yang Dipertuan Raja Minangkabau Tuntut Permintaan Maaf Riza Chalid
Yang Dipertuan Raja Minangkabau, Sutan Muhammad Taufiq Thaib Tuanku Mudo Mahkota Alam. MTVN/Renatha Swasty.

Metrotvnews.com, Jakarta: Yang Dipertuan Raja Minangkabau, Sutan Muhammad Taufiq Thaib Tuanku Mudo Mahkota Alam meminta pengusaha Riza Chalid meminta maaf pada warga Minang. Permintaan maaf ini terkait pernyataan yang dikeluarkan taipan minyak itu dalam rekaman papa minta saham.

"Cukup Riza meminta permohonan maaf secara terbuka datang ke Minangkabau ke pucuk adat," ujar Taufiq di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Kamis (17/12/2015).

Taufiq meminta Riza yang saat ini belum diketahui keberadaannya datang langsung menghadap tetua adat. Di hadapan tetua, Taufiq meminta Riza meminta maaf telah menyebut masyarakat Minang dengan sebutan 'Dajjal'.

Dia memastikan, Riza tak hanya dimaafkan tapi juga dijadikan kerabat. "Tidak hanya kita maafkan, kita jadikan kerabat juga," pungkas dia.

Sebelumnya, masyarakat Minang marah lantaran tanah leluhurnya disebut 'Dajjal' oleh Riza dalam percakapan bersama dengan mantan Ketua DPR Setya Novanto dan Presdir PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin. Pernyataan Riza diketahui setelah diputar di Mahkamah Kehormatan Dewan terkait kasus 'Papa Minta Saham' yang melibatkan Setya Novanto.

Himpunan Masyarakat Minang juga telah melaporkan Riza ke Bareskrim melalui nomor LP/1413/XII/2015/Bareskrim tertanggal 17 Desember 2013. Riza dilaporkan dengan dugaan tindak pidana fitnah dan atau penistaan terhadap suku dan golongan dan atau melontarkan kata-kata yang menunjukkan kebencian atau rasa benci kepada ras dan etnis tertentu.

Riza dilaporkan melanggar Pasal 310 dan atau 156 KUHPidana atau Pasal 4 huruf b angka 2 jo Pasal 16 UU nomor 40 tahun 2008 tentang penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis.


(DRI)