Dirut PT TransJakarta Sebut Dana PSO dan PMP yang Belum Cair Jadi Penghambat Pembelian Bus

Intan fauzi    •    Jumat, 18 Dec 2015 04:25 WIB
transjakarta
Dirut PT TransJakarta Sebut Dana PSO dan PMP yang Belum Cair Jadi Penghambat Pembelian Bus
Bus Trans-Jakarta antre mengangkut penumpang di Halte Harmoni, Jakarta Pusat, Kamis (27/3). MI/Immanuel Antonius

Metrotvnews.com, Jakarta: Direktur Utama PT TransJakarta Antonius Kosasih akhirnya buka suara setelah disalahkan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama karena tidak mampu membeli 1.000 bus di 2015. Kosasih mengatakan, kendalanya ialah dana PMP (Penyertaan Modal Pemerintah) dan PSO (Public Service Obligation) 2015 belum cair.

"Dana PMP 2015 TransJakarta dan Dana PSO 2015 juga belum turun. Inbreng Asset Perseroan yang seharusnya jadi setoran modal juga belum terwujud karena harus dilakukan evaluasi ulang. Padahal kami sudah urus semua sejak tahun 2014," kata Kosasih dalam keterangan tertulisnya, Kamis (17/12/2015).

Kosasih mengaku telah memenuhi semua persyaratan agar dana turun atau mencari dana dari sumber lain. "Selama 2015 kami juga mencoba mencari financing untuk membeli bus lebih banyak, tetapi tidak bisa dapat karena tidak ada agunan baik dana maupun asset," jelasnya.

Kosasih juga berusaha tetap meningkatkan pelayanan TransJakarta dengan cara lain. Dana pembelian bus untuk tahun 2015 berasal dari PMP 2014. "Seluruh dana yang kami gunakan di tahun 2015 ini, termasuk untuk beli bus SCANIA dan bayar Operator setiap bulan adalah dana PMP tahun 2014 yang baru cair tanggal 17 Desember 2014," ungkap dia.

Namun dana yang dimiliki tahun 2015 harus fokus di operasional. Akhirnya TransJakarta melakukan pengadaan secara kreatif dengan meminta Jasa Layanan Operator berbasis rupiah per kilometer di e-catalogue Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).

Dari situ, TransJakarta mampu membeli 320 unit bus pengumpan berukuran sedang. "Angkutan umum pengumpan tersebut akan dioperasikan oleh Kopaja selaku Penyedia yang terdaftar di e-catalogue LKPP," terang Kosasih.

Meski demikian, Kosasih apresiasi keputusan Basuki yang merombak manajemen TransJakarta. Sebab, karena itu proses pengadaan barang jadi lebih cepat.

"Setelah banyak personil diubah oleh Pak Gubernur, proses jauh lebih cepat, terutama di BPKAD (Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah) dan Dishubtrans dengan komposisi baru," pungkasnya.

Kosasih berharap dana PMP dan PSO bisa cair di akhir tahun ini. Dana itu akan segera dibelanjakan ribuan bus.

"Kami harapkan untuk 2016 pencairan baik PMP maupun PSO tidak terlambat lagi. Karena kalau terlambat, pasti mengganggu target peningkatan pelayanan yang ditargetkan Pak Gubernur," tandas Kosasih.


(DRI)