Pesan Menko Darmin sebelum DJP Terapkan Tax Amnesty

Suci Sedya Utami    •    Jumat, 18 Dec 2015 07:51 WIB
tax amnesty
Pesan Menko Darmin sebelum DJP Terapkan <i>Tax Amnesty</i>
Menko Perekonomian Darmin Nasution saat diskusi bersama media. (FOTO: MTVN/Suci Sedya Utami)

Metrotvnews.com, Tangerang: Tax amnesty atau pengampunan pajak akan menjadi agenda yang dibahas Pemerintah bersama DPR di 2016 guna memaksimalkan potensi penerimaan pajak.

Menko Perekonomian RI, Darmin Nasution mengaku tak masalah dengan diberlakukannya pengampunan pajak. Namun, dia yang juga pernah memimpin Ditjen Pajak ini memandang, mantan institusi yang pernah membesarkan namanya tersebut harus memiliki basis data yang mumpuni sebelum menerapkan pengampunan pajak.

"Saya tidak anti menjalankan tax amnesty, tapi tetap Ditjen Pajak harus mulai mengumpulkan data wajib pajak," kata Darmin dalam acara forum diskusi dengan media, di Hotel Aryaduta Karawaci, Tangerang, Kamis (17/12/2015) malam.

Menurut dia, kelemahan akan data pajak yang dihadapi Indonesia membuat realisasi pajak sulit dicapai. Apalagi untuk mengejar pajak orang pribadi yang pasarnya masih kecil saat ini yakni tak sampai 10 persen terhadap penerimaan pajak.

Selama ini karena lemahnya data, lanjut Darmin, pemerimaan pajak didominasi kurang lebih 90 persen dari pajak perusahaan, yang mana apabila terjadi gejolak ekonomi maka pendapatan perusahaan akan ikut terdampak dan ujungnya penerimaan pajak pun ikut terkoreksi.

"Kecuali negara maju, yang pajaknya didominasi oleh perseorangan atau personal income. Karena kan kalau masalah gaji, meskipun ekonomi melambat, gaji enggak mungkin turun, bisa ngamuk nanti orang. Nah itulah untungnya kalau didominasi pajak perorangan maka penerimaan akan lebih simetris," jelas dia.


(AHL)