Go-Jek Dilarang Beroperasi, Netizen Protes dengan #SaveGojek

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Jumat, 18 Dec 2015 07:53 WIB
gojek
Go-Jek Dilarang Beroperasi, Netizen Protes dengan #SaveGojek
Kantor GO-JEK. (MI / Galih Pradipta)

Metrotvnews.com: Saat ini, Go-Jek sedang ramai dibicarakan oleh netizen. Di Twitter, Gojek merupakan salah trending di Indonesia. Tagar #SaveGojek pun mulai banyak digunakan.

"Jadi alternatif pengguna gojek apa? Cuma bisa ngelarang tanpa kasi solusi.... repot lagi dah," kata seorang netizen pemilik akun @hari_w. Dalam kicauannya, dia juga membubuhkan tagar #savegojek.

Pemilik akun @FitriDarlina pun memiliki pendapat yang sama, dibubuhi dengan humor, dia berkata, "Kalo Gojek dilarang emang bapak mau antar jemput makanan, dokumen dan badann saiaahh??? #SaveGojek"

Sebagian netizen lain menunjukkan kekhawatiran mereka akan nasib para pengendara Go-Jek. Pemilik akun @neneng_hasanah misalnya. Melalui Twitter, dia berkata, "@neneng_hasanah: @detikcom @kemenhub151 emang nya pemerintah udah bisa menyediakan lowongan pekerjaan layak sebagai penggantinya? #savegojek"

Seorang netizen dengan akun @gw_buchan mengaku sakit hati karena Go-Jek dilarang. "Baru dpt atribut n lg semangat2nya nyari duit sbg driver @gojekindonesia eh dpt berita gojek dilarang.. berasa sakit hati bgt," kicaunya.

Sementara sebagian netizen lain menduga bahwa isu Go-Jek ini hanyalah sekedar pengalihan isu. "Gara2 sibuk ngurusin ongen,  jd lupa hari ini ketua kpk dipilih,  ketua dpr dipilih,  gojek dilarang,  mamam tuh trending topic," kata @nashmuhammad.

"Entah pengalihan isu, entah apapun. netizen masih disediakan bahan untuk diributin. silakan," kata pemilik akun @twitwidi.

Go-Jek menjadi ramai dibicarakan sejak Kementerian Perhubungan mengeluarkan larangan layanan ojek atau taksi berbasis daring (online). Seperti yang dikutip dari berbagai sumber, alasan utama dari keluarnya larangan ini adalah karena layanan tersebut dirasa tidak memenuhi ketentuan sebagai angkatan umum.

Ketentuan yang dimaksud adalah Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan serta Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2014 Tentang Angkutan Jalan.

Meski netizen hanya membicarakan larangan Go-Jek untuk beroperasi, tetapi larangan ini sebenarnya berlaku untuk semua layanan transportasi berbasis daring, seperti Uber, GrabTaxi/GrabBike, Lady-Jek, Blu-Jek dan lain lain.

Apakah Anda setuju dengan ketetapan ini?
 




(MMI)