Jika Investor Lakukan Ini, Rupiah Bisa Kembali Anjlok

Dian Ihsan Siregar    •    Jumat, 18 Dec 2015 08:09 WIB
kurs rupiah
Jika Investor Lakukan Ini, Rupiah Bisa Kembali Anjlok
Ilustrasi. FOTO: ANTARA/Yudhi Mahatma

Metrotvnews.com, Jakarta: Bank Sentral AS atau The Fed telah memberikan kepastian kenaikan suku bunganya (fed fund rate). Walaupun kenaikan tersebut tidak terlalu signifikan bagi pergerakan nilai tukar rupiah.

"USD cenderung mengalami pelemahan dibandingkan pergerakan mata uang lainnya," urai Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada dalam keterangan risetnya yang ‎diterima Metrotvnews.com, Jumat (18/12/2015).

Menurut Reza, adanya ketidakpastian yang sebelumnya menyelimuti pergerakan mata uang global kini mulai mereda. Pelaku pasar pun memilih mentransaksikan beberapa mata uang yang dinilai memiliki risiko lebih tinggi, seperti CNY, JPY, INR, KRW, dan beberapa mata uang lainnya.

Melihat kondisi tersebut, dia mengakui jika rupiah dapat memanfaatkan untuk kembali bertahan di zona hijaunya. Apalagi BI rate dinyatakan tetap, sehingga tidak terlalu menganggu laju rupiah.

Sebelumnya sudah diungkapkan, gerak Rupiah diharapkan dapat kembali melanjutkan penguatan, seiring kepastian telah dinaikannya suku bunga The Fed. Meski USD sempat melemah pada perdagangan valas di pasar uang Asia, tapi sebut Reza, terpantau kembali menguat terhadap sejumlah mata uang di pasar spot global.

Untuk itu, Reza berharap, investor dapat mencermati imbas kembali positifnya laju USD terhadap rupiah nantinya. Pergerakan rupiah masih dimungkinkan dapat kembali mengalami kenaikan, asalkan pelaku pasar tidak switching signifikan pada USD yang sedang menguat tersebut.

Meski demikian, ujar Reza, tetap waspadai potensi pelemahan yang ada mengingat mata uang lainnya masih cenderung melemah terhadap laju USD. "Dalam satu hari ini laju rupiah akan berada di level Rp14.050-14.015 per USD (kurs tengah BI)," pungkasnya.‎


(AHL)