Investor Ketar Ketir, Wall Street Jeblok Lagi

Ade Hapsari Lestarini    •    Jumat, 18 Dec 2015 08:18 WIB
wall street
Investor Ketar Ketir, Wall Street Jeblok Lagi
Ilustrasi aktivitas di bursa Wall Street -- FOTO: Reuters/Brendan McDermid

Metrotvnews.com, New York: Bursa Wall Street kembali terhantam setelah pada perdagangan sebelumnya meraup keuntungan besar dari kenaikan suku bunga AS.

‎Saham-saham di AS pun turun karena kekhawatiran terus-menerus atas goyahnya pertumbuhan ekonomi global. Pelemahan tersebut dipimpin oleh penurunan dari sektor energi dan bahan.

Selain itu, harga minyak LCOc1 CLc1 memperpanjang penurunan baru-baru ini di tengah kekhawatiran kelebihan pasokan serta dolar yang mencapai level tertingginya dalam dua minggu.

Reuters melansir, Jumat, 18 Desember, indeks Dow Jones Industrial Average turun 253,25 poin atau 1,43 persen ke 17.495,84, S & P 500 kehilangan 31,18 poin atau 1,5 persen menjadi 2.041,89, serta Nasdaq Composite melemah 68,58 poin atau 1,35 persen ke 5.002,55.

Data Thomson Reuters memaparkan, sekitar 8,0 miliar lembar saham berpindah tangan di bursa AS, dibandingkan dengan rata-rata harian selama 20 hari perdagangan terakhir sebesar 7,2 miliar lembar saham.

Penurunan sektor energi menyeret pelemahan bagi saham Newmont Mining (NEM.N), yang jatuh 7,7 persen menjadi USD17,61. Saham tersebut juga memimpin penurunan pada indeks bahan yang jatuh 1,9 persen.

Fokus investor memang telah pulih, namun mereka tetap khawatir terhadap kondisi ekonomi global yang lemah karena penurunandalam pasar komoditas terus berlanjut.


(AHL)