Presiden tak Tahu Menteri Jonan Keluarkan Aturan Ojek Online

Desi Angriani    •    Jumat, 18 Dec 2015 12:36 WIB
ojek online
Presiden tak Tahu Menteri Jonan Keluarkan Aturan Ojek <i>Online</i>
Suasana di kantor Go-Jek, Jakarta, Selasa 3 November 2015. Antara Foto/Reno Esnir

Metrotvnews.com, Bogor: Presiden Joko Widodo tidak tahu Menteri Perhubungan Ignasius Jonan mengeluarkan aturan yang melarang ojek online beroperasi. Ia pun tegas tak setuju dengan aturan tersebut.

Saat dikonfirmasi wartawan soal aturan ini, Presiden balik bertanya. "Aturan itu yang buat siapa sih?" kata Presiden di Istana Bogor, Jawa Barat, Jumat (18/12/2015).

Pelarangan operasional ojek dan transportasi berbasis aplikasi tertuang dalam Surat Pemberitahuan Nomor UM.3012/1/21/Phb/2015 yang ditandatangani Menteri Perhubungan Ignasius Jonan pada 9 November.

Menurut Presiden aturan jangan membuat menderita. Ia menilai ojek online hadir atas kebutuhan masyarakat karena minimnya transportasi publik yang memadai. "Sepanjang itu dibutuhkan masyarakat, saya kira tidak ada masalah," ujar Presiden.

Presiden tak mau peraturan Menteri Jonan membunuh industri baru di bidang digital. Tugas Kementerian Perhubungan adalah menata dan membina transportasi publik.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Djoko Sasono mengatakan pengoperasian transportasi berbasis aplikasi tidak memenuhi ketentuan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan serta Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2014 Tentang Angkutan Jalan.

"Apapun namanya, pengoperasian sejenis, Go-Jek, Go-Box, Grab Bike, Grab Car, Blue Jek, Lady-Jek, dilarang," tambah dia.

(Klik: Transportasi Online Dilarang, Jokowi Akan Panggil Menhub)


(TRK)

Nasib Praperadilan Novanto

Nasib Praperadilan Novanto

49 minutes Ago

Secara materil gugatan praperadilan Novanto gugur sebagaimana disebutkan dalam Pasal 82 Ayat 1 …

BERITA LAINNYA