Novanto Kemasi Barang-barangnya

Anggitondi Martaon    •    Jumat, 18 Dec 2015 17:13 WIB
pencatut nama presiden
Novanto Kemasi Barang-barangnya
Barang-barang Setya Novanto--Metrotvnews.com/Anggitondi

Metrotvnews.com, Jakarta: Setya Novanto resmi tidak menjabat sebagai Ketua DPR. Barang pribadinya pun sudah mulai dipindahkan dari ruangan pimpinan DPR.

Pantauan Metrotvnews.com, beberapa orang pekerja mengangkut barang Novanto. Terlihat, lukisan yang dibungkus plastik bubble wrap dan beberapa kotak berukuran kecil diangkut menggunakan kereta dorong melalui lift barang di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen.

Pengakuan dari ‎pekerja yang tak mau menyebutkan namanya, barang-barang tersebut diangkut dari ruangan Novanto di lantai tiga. "Iya lantai tiga, dari ruangan Novanto," kata pekerja tersebut, Jumat (18/12/2015).

Pekerja tersebut mengaku bahwa di ruangan tersebut sudah tak ada pimpinan DPR. "Sudah sepi, enggak ada siapa-siapa," ungkap dia.

Selain itu, beberapa barang lainya juga sudah terlihat berada di mobil box. Barang-barang tersebut diantaranya tiga televisi dan beberapa kotak kardus yang bertuliskan bad cover, tempat tisue dan rak pajangan.

Ketika ditanya akan dibawa ke mana, salah satu petugas tersebut menjawab barang-barang mewah tersebut akan dibawa ke kediaman pribadi Novanto, jalan Wijaya XIII.‎ "Dibawa ke Wijaya," singkat pekerja tersebut.

Novanto resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Ketua DPR RI. Surat pengunduran dirinya telah diterima Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD), Rabu 16 Desember malam.

Novanto menyampaikan pidato perpisahan di hadapan forum paripurna DPR. Lewat pidato itu, dia membacakan pengunduran diri dan perpisahan secara resmi sebagai Ketua DPR.

"Pilihan saya ini sebagai bentuk penghormatan pada seluruh rakyat Indonesia," kata Novanto di Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (18/12/2015).

Menurut Novanto, sejak menjabat Ketua DPR, banyak kesan yang dirasakan. Termasuk terlibat dalam peristiwa politik yang akhirnya membuat dirinya berpikir panjang dan mengambil kesimpulan: dirinya harus mundur dari kursi Ketua DPR.

Putusan pengunduran diri itu sebetulnya pahit dan menyesakkan. Namun, kata dia, semua itu harus disikapi secara arif dan bijaksana. "Prinsip tersebut saya pegang sejak jadi Ketua DPR," tukas dia.


(YDH)

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

1 week Ago

Uang berasal dari uang pengganti terpidana kasus korupsi proyek KTP-el Andi Agustinus alias And…

BERITA LAINNYA