Novel Sebut Ombusman Temukan Maladministrasi dalam Kasusnya

Achmad Zulfikar Fazli    •    Jumat, 18 Dec 2015 19:24 WIB
novel baswedan
Novel Sebut Ombusman Temukan Maladministrasi dalam Kasusnya
Penyidik KPK Novel Baswedan--(ANTARA/Reno Esnir)

Metrotvnews.com, Jakarta: Novel Baswedan menyebut adanya temuan maladministrasi terhadap penetapan status tersangkanya dalam dugaan penganiayaan berat terhadap pelaku pencurian sarang burung walet di Bengkulu pada 2004 silam. Temuan tersebut didapatkan atas pemeriksaan investigasi yang dilakukan oleh Ombudsman.

"Garis besarnya, intinya terjadi maladministrasi dan alat-alat bukti yang ada dipersangkakan terhadap saya, alat buktinya sangat dipertanyakan," kata Novel di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (18/12/2015).

Temuan itu pun kata dia, telah berulang kali disampaikannya, namun tak ada respon dari kepolisian yang mengusut kasusnya. Ia pun yakin jaksa yang menerima pelimpahan kasusnya hanya melihat secara formal bukti yang diberikan kepolisian, tanpa melihat secara detil.

"Ada pihak-pihak saksi di situ. Apakah jaksa melihat saksi yang diperiksa itu dalam keadaan objektif memberi keterangan? Apakah jaksa melihat kalau ada tekanan dan lain-lain? Saya kira tidak sampai di situ," ungkap dia.

Untuk itu, penyidik senior KPK ini berharap hasil investigasi dari ombudsman dapat menjadi bahan pertimbangan Kejaksaan Negeri Bengkulu dalam memutuskan kasusnya. Kejaksaan harap dia, mau melihat seluruh bukti secara rinci dan keterangan yang diberikan saksi dalam berita acara pemeriksaan (BAP) dengan baik.

"Investigasi dari ombusdman ini akan membantu jaksa untuk melihat perkara itu dengan objektif dan utuh. Itu menjadi penting. Karena saya sebagai warga negara tentunya mengharapkan jaksa bersikap objektif dan tidak ikut-ikutan kriminalisasi," harap dia.

Novel disangkakan terlibat dugaan penganiayaan berat terhadap pelaku pencurian sarang burung walet di Bengkulu tahun 2004 silam. Saat itu Novel menjabat Kasat Reskrim Kepolisian Resor Kota Bengkulu.

Kasus Novel Baswedan telah rampung dilimpahkan pada Kamis 10 Desember malam ke Kejaksaan Negeri Bengkulu. Seluruh bukti dinyatakan lengkap.

Berkas perkara Novel diregister di Kejari Bengkulu dengan nomor BP/13/V/2015/DITTIPIDUM tentang pidana turut atau bersama-sama melakukan penganiayaan yang mengakibatkan luka berat atau meninggal dunia. Novel awalnya didatangkan ke Bengkulu pada tanggal 3 Desember 2015 untuk pelimpahan kasus tahap dua ke Kejari Bengkulu.

Novel dibawa ke Markas Kepolisian Daerah Bengkulu Direktorat Reserse Kriminal Umum. Di sana, dia bersama pengacaranya dikatakan menyelesaikan pengurusan administrasi hingga Kamis 3 Desember pukul 23.00 WIB.

Batal pelimpahan kasus, Novel kembali ke Jakarta pada hari Jumat 4 Desember menggunakan pesawat Garuda dengan nomor penerbangan GA-298. Pada hari Kamis 10 Desember siang, Novel Baswedan didatangkan kembali dan menyelesaikan pelimpahan berkas perkara serta tersangka ke Kejari Bengkulu.


(MEL)