Suap Bank Banten, Rekaman Rano dan Ricky Sudah di KPK

Batur Parisi    •    Jumat, 18 Dec 2015 22:29 WIB
ott
Suap Bank Banten, Rekaman Rano dan Ricky Sudah di KPK
Direktur PT Banten Global Development, Ricky Tampinongkol, berada dalam mobil tahanan usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Jumat (18/12). Foto: Antara/Reno Esnir

Metrotvnews.com, Serang: Rekaman pembicaraan Direktur Utama PT Banten Global Development (BGD), Ricky Tampinongkol, dengan Gubernur Banten, Rano Karno, sudah di tangan KPK. Rekaman itu terkait kasus suap izin pendirian Bank Banten. Gubernur Banten merupakan pemilik modal sekaligus pemegang saham PT BGD.

"Kita mengajak Ricky bekerja sama dengan KPK untuk mengungkap kasus ini. Dalam rekaman, pemegang saham (Gubernur Banten) melarang memberikan uang kepada DPRD," kata Kuasa hukum PT BGD, Boyamin Saiman, di gedung PT BGD, Serang, Banten, Jumat (18/12/2015).

Boyamin berupaya mengajak Ricky bekerja sama dengan Komisi Antirasuah. "Kita mengajak pak Ricky menjadi whistleblower (pengungkap kasus) untuk meringankan dirinya," kata dia.

Pada 11 Desember, kuasa hukum PT BGD telah melayangkan surat permohonan waktu pemeriksaan dan pengembalian ponsel ke KPK. Di poin kedua surat itu tertulis PT BGD siap menerima pengawasan atau supervisi dari KPK. Surat dan pengembalian ponsel itu terkait dengan rencana pembentukan Bank BPD Banten.

KPK menangkap dua anggota DPRD Banten, berinisial SMH dan TST, serta Direktur PT BGD Ricky Tampinongkol, di sebuah restoran di kawasan Serpong, Tangerang Selatan, Banten pada, Selasa, 1 Desember, pukul 12.42 WIB. Ketika itu, mereka sedang bertransaksi suap terkait proses pembahasan Peraturan Daerah pembentukan Bank Banten.

KPK menyita uang dalam bentuk pecahan USD100 dan fulus puluhan juta rupiah. Alhasil, mereka bersama tiga sopir diamankan. Kuat dugaan, pemberian uang kepada DPRD Banten itu terkait pembentukan dan pembahasan PT BGD selaku Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Banten. BUMD ini akan mengakusisi bank lain guna membuat Bank Pembangunan Daerah (BPD) Banten. Akuisisi ini masuk dalam Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Banten.

Gubernur Banten Rano Karno mengangkat Soedibyo sebagai Ketua Tim Internal Pembentukan Bank Banten. Rencana pembentukan BPD Banten itu sudah digagas sejak 2013 lewat Perda Nomor 5/2013 tentang Pembentukan BPD Banten. Sesuai Perda, total dana pembuatan Bank Banten sebesar Rp950 miliar yang berasal dari dana APBD Banten.

Dilansir situs resminya, PT BGD baru menyerahkan empat nama bank yang akan diakuisisi menjadi BPD Banten atau Bank Banten. Keempat bank tersebut adalah Bank Panin Syariah, Bank Pundi, Bank MNC, dan Bank Windu Kencana. Penyerahan daftar bank yang akan diakuisisi dilakukan Senin malam di Pendopo Gubernur Banten, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang, Banten.

Satu nama bank yang dianggap paling cocok akan dipilih Pemprov Banten selaku pemilik modal untuk dijadikan Bank Banten. Bank Pundi disebut sebagai bank yang akan dibeli. Rencananya, Banten Global akan menjadi juragan baru dari perusahaan milik Recapital Securities ini melalui mekanisme penerbitan saham baru atau right issue. Akuisisi saham Bank Pundi merupakan salah satu tahap yang harus dilalui Banten Global untuk mewujudkan mimpi punya bank sendiri.

Saat itu, Johan Budi yang masih menjabat pelaksana tugas Pimpinan KPK tak menampik soal suap terkait peraturan daerah yang berkaitan dengan pembentukan bank. "Dugaan sementara, serah terima berkaitan proses perda, pembentukan Bank Banten," kata Johan.


(UWA)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

6 days Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA