Jelang Natal dan Tahun Baru

Polda DIY Fokus Jaga Pantai dan Gereja

Patricia Vicka    •    Jumat, 18 Dec 2015 22:59 WIB
pengamanan
Polda DIY Fokus Jaga Pantai dan Gereja
Pasukan Brimob Polda Sulselbar menjaga gereja saat umat kristiani menjalankan misa natal di Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (24/12/2014). Foto: Antara/Yusran Uccang

Metrotvnews.com,Yogyakarta: Kepolisian Daerah DIY akan menerjunkan 3.000 pasukan menjaga dan mengamankan perayaan Natal, Maulud Nabi dan malam Tahun Baru 2016. Kapolda DIY Brigjen Erwin Triwanto mengatakan, selain memfokuskan pengamanan pada gereja, polisi juga menfokuskan diri pada tempat wisata pantai.

Tindakan ini dilakukan untuk mencegah adanya bencana atau kecelakaan yang menelan korban jiwa. Ia tak ingin kejadian runtuhnya bukit tebing di Pantai Sadranan Gunung Kidul yang menelan korban jiwa terulang kembali.

"Semua tempat wisata jadi prioritas penjagaan, tapi fokus adalah wisata pantai. Kita upayakan supaya tidak ada korban wisatawan yang kecelakaan," ujar Kapolda Erwin di Kompleks kantor Gubernur DIY, Yogyakarta, Jumat (18/12/2015).

Pihaknya juga telah mengimbau pemerintah Kabupaten Gunung Kidul untuk memberi imbauan dan tanda bahaya pada tempat-tempat yang rawan longsor dan rawan terjadi kecelakaan. "Dikasih imbauan dan tanda di sejumlah batu, mana yang rawan runtuh," kata dia.

Sementara untuk penjagaan di gereja saat malam Natal dan hari Natal, pihaknya sudah mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dengan pasukannya.

Ia mengategorikan penjagaan di gereja menjadi tiga yakni gereja aman, gereja rawan 1, dan rawan 2. Gereja yang masuk dalam kategori rawan satu indikatornya memiliki banyak jemaat, pernah terjadi konflik internal dan eksternal dan pernah terjadi teror. Sementara untuk rawan dua indikatornya adalah sedang terjadi konflik.

"Dari 352 gereja di Yogyakarta, Gereja kategori rawan dua tidak ada. Sementara kategori rawan satu ada 41 buah. Paling banyak di Sleman, yakni 16 gereja," jelasnya.

Gereja yang masuk kategori rawan satu akan disiagakan 11-24 personel polisi dan 11-24 polisi masyarkaat (Polmas) yang merupakan gabungan dari pemuda gereja, Linmas dan ormas. Sedangkan gereja di luar kategori rawan akan disiagakan 10 polisi dan 10 Polmas.

"Pola pengamanan gereja rawan 1 lebih ketat. Saat jemaat dan umat akan masuk gereja kita adakan pemeriksaan tas pengunjung dan pemeriksaan alat detektor bom," paparnya.


(UWA)

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

1 week Ago

Uang berasal dari uang pengganti terpidana kasus korupsi proyek KTP-el Andi Agustinus alias And…

BERITA LAINNYA