Lompat dari Apartemen Majikan, TKI di Suriah Dipulangkan ke Tanah Air

Fajar Nugraha    •    Sabtu, 19 Dec 2015 09:31 WIB
wni
Lompat dari Apartemen Majikan, TKI di Suriah Dipulangkan ke Tanah Air
WNI yang diselamatkan dari Suriah (Foto: Dok. KBRI Suriah)

Metrotvnews.com, Damaskus: Tenaga Kerja Wanita (TKW) bernama Nurhayati binti Maih jatuh dari lantai empat apartemen majikannya di Damaskus, Suriah. Setelah dirawat, TKW asal Jawa Barat itu dipulangkan ke Tanah Air.

"Setelah dirawat di RS Damaskus sejak 14—25 Oktober 2015, Nurhayati binti Maih berobat jalan di shelter KBRI Damaskus dengan pendampingan khusus," pernyataan KBRI Damaskus 12 Desember, seperti dikutip Metrotvnews.com, Sabtu (19/12/2015).

Akibat jatuh dari lantai empat saat berupaya kabur dari apartemen majikannya, Nurhayati mengalami patah tulang kaki kiri, tangan kiri, dan retak di tulang belakang. Kepulangannya ke Tanah Air didampingi khusus oleh staf konsuler KBRI Damaskus setelah mendapatkan persetujuan dari dokter.

Dubes Djoko Harjanto mengatakan bahwa perempuan berusia 27 tahun itu adalah korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) karena dikirim pasca moratorium penghentian pengiriman tenaga kerja ke Suriah pada September 2011. Agen dan para pihak yang terlibat dalam pengiriman TKW harus dihukum sesuai UU Tindak Pidana Perdagangan Orang.

Pejabat Protokol Konsuler, AM. Sidqi, menyampaikan bahwa masih sering didapati pengiriman TKW ilegal korban perdagangan manusia yang dikirim ke negara konflik Suriah. Sebelum Nurhayati dikirim pulang, Sabtu 5 Desember KBRI Damaskus juga menguburkan seorang TKW korban TPPO bernama Ani Sumarni binti Umar Toha di Damaskus.

“Semoga dengan pulangnya Nurhayati dan wafatnya Ani Sumarni diharapkan merupakan kejadian terakhir, pelajaran berharga, sekaligus menjadi momentum penghentian total pengiriman TKW ilegal ke negara konflik Suriah dan penindakan keras para sindikat perdagangan manusia di Indonesia oleh semua pihak,” pungkas AM.Sidqi.

Sementara mengantisipasi dampak buruk konflik Suriah yang berlangsung sejak Maret 2011, perlindungan WNI di negara tersebut diprioritaskan pada upaya repatriasi seluruh WNI ke Indonesia, yang tercatat di KBRI Damaskus pada awal
konflik sebesar 12.572 orang yg sebagian besar adalah TKI/Penata Laksana Rumah Tangga (PLRT).

Pemerintah RI telah mengeluarkan keputusan penghentian penempatan TKI sektor PLRT ke Suriah berlaku sejak 9 September 2011 melalui Keputusan Dirjen Binapenta, Kemenakertrans RI.

Sehubungan dengan hal tersebut, Kementerian Luar Negeri telah merepatriasi WNI dari Suriah ke Indonesia periode Februari 2012 - 16 Desember 2015 sebanyak 11.800 orang dan mayoritasnya adalah TKI/PLRT.

"Meskipun di satu sisi repatriasi WNI dr Suriah terus menerus dilakukan, namun di sisi lain masih saja berlangsung praktek-praktek ilegal pengiriman TKI/PLRT ke Suriah bhkn diantaranya terindikasi korban TPPO,  seperti Darwati dan masih banyak yang lainnya," ujar Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kemenlu, Lalu Muhammad Iqbal.

"Koordinasi antar instansi di tanah air perlu terus diperkuat agar pengiriman TKI PLRT secara ilegal ke Suriah tidak berulang," lanjutnya.

Di Suriah, KBRI Damaskus tetap terus mengupayakan repatriasi WNI ke tanah air. KBRI Damaskus menyediakan hotline +963954444810.
 


(FJR)