ISIS Berusaha Rekrut Anggota dari Tiongkok

Fajar Nugraha    •    Sabtu, 19 Dec 2015 09:44 WIB
isis
ISIS Berusaha Rekrut Anggota dari Tiongkok
ISIS berupaya rekrut anggota dari Tiongkok (Foto: BBC)

Metrotvnews.com, Beijing: Kelompok Islamic State (ISIS) berupaya merekrut anggota dari Tiongkok. Hal ini diketahui setelah beredar video propaganda ISIS dalam bahasa Mandarin.

Sebuah pesan video ISIS yang baru saja beredar dalam bahasa Mandarin telah mendorong Tiongkok untuk menyerukan kerja sama internasional yang lebih besar melawan ekstremisme.

"Dalam menghadapi terorisme, tidak ada negara yang dapat berjuang sendirian," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Hua Chunying, seperti dikutip VOA Indonesia, Sabtu (19/12/2015).

"Masyarakat internasional harus bekerja sama untuk melawan segala bentuk terorisme," tambahnya.

Seperti yang dilakukan kelompok Al Qaeda di masa lalu, kelompok militan ISIS bisa mencoba untuk menjangkau populasi Muslim Uighur di provinsi Xinjiang yang bergolak.

"Tapi Anda tidak pernah benar-benar melihat al-Qaida menempatkan agen-agennya untuk memulai serangan atau mendukung kelompok militan di China," kata  seorang analis keamanan di 'Royal United Services Institute' Raffaello Pantucci.

"Saya pikir kita melihat sebuah narasi yang sama saat ini dengan (apa yang dilakukan) ISIS," lanjutnya.

Negeri Tirai Bambu telah menyerukan koordinasi yang lebih besar dalam perang melawan teror minggu ini pada KTT Organisasi Kerja sama Shanghai, sebuah kelompok regional yang terdiri dari enam negara Eurasia.

Namun, Pantucci juga mengingatkan bahwa Tiongkok dan sekutunya memiliki definisi yang berbeda mengenai ekstremisme, dari definisi negara-negara Barat.

Para pengamat mengatakan bahwa perbedaan interpretasi ini bisa menghambat kerjasama antara Tiongkok dan Barat,tetapi mereka setuju adanya indikasi yang menguat bahwa Beijing bersedia memberikan dukungan yang lebih besar untuk memerangi militan ISIS


(FJR)

ICW: Nama Hilang di Dakwaan Setnov Karena KPK Hati-hati

ICW: Nama Hilang di Dakwaan Setnov Karena KPK Hati-hati

6 hours Ago

Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) berpendapat hilangnya sejumlah nama politisi yang seb…

BERITA LAINNYA