Ada Indikasi Penggelembungan Suara di Pilkada Sumenep

Amaluddin    •    Sabtu, 19 Dec 2015 10:32 WIB
pilkada serentak
Ada Indikasi Penggelembungan Suara di Pilkada Sumenep
Cawabup Sumenep Dewi Kholifah menyerahkan berkas temuan pelanggaran Pilkada Sumenep ke Ketua Bawaslu Jatim Sufiyanto. Foto: Metrotvnews.com/Amal

Metrotvnews.com, Surabaya: Pasangan calon bupati dan wakil bupati Sumenep Malik Effendi-Dewi Kholifah mendatangi kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Timur, di Jalan Tanggulangin, Surabaya, Jumat, 18 Desember. Kedatangan mereka untuk melaporkan Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslu) Kabupaten Sumenep, Madura, yang diduga melakukan pelanggaran saat pilkada, 9 Desember lalu.
 
Dewi Kholifah datang didampingi anggota tim pemenangannya dari PAN melaporkan dan menyerahkan bukti-bukti adanya pelanggaran pilkada Sumenep ke Bawaslu Jatim. Dia juga melaporkan sikap Panwaslu Kabupaten Sumenep yang mengabaikan rekomendasi enam Panwascam untuk dilakukan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di enam kecamatan.

"Berdasarkan temuan kami, setidaknya ada 44 ribu suara yang bermasalah tersebar di 124 TPS. Di antaranya, form C6 sengaja tidak dibagikan seluruhnya karena per TPS form C6 yang dibagikan hanya dijatah 100 orang. Pukul 10.00 WIB sudah dilakukan penghitungan suara di TPS, dan jumlah suara melebihi jumlah DPT," kata Nyai Ifa, sapaan Dewi Kholifah, saat mendatangi kantor Bawaslu Jatim.

Enam kecamatan yang direkom enam Panwascam untuk PSU ini yakni, empat TPS di Desa Karangsokon, Kecamatan Guluk-Guluk. Kemudian semua TPS di Desa Sepanjang dan Desa Sapeken, Kecamatan Sapeken. Selanjutnya, semua TPS di Desa Tonduk dan Desa Jungkat Kecamatan Raas. Semua TPS di tiga Desa Kangayan, Timur Jangjang, Cangkareman di Kecamatan Kangayan. Lalu seluruh desa di Kecamatan Masalembu dan seluruh desa di Kecamatan Arjasa.

"Di salah satu TPS di Kepulauan Raas jumlah DPT-nya 700 orang, tapi perolehan suara untuk paslon nomor urut 1, Busyro Karim-Achmad Fauzi malah mencapai 1.600 suara, ini jelas aneh," kata politisi PPP ini.

Dalam kesempatan itu, Sekretaris tim pemenangan pasangan Zainal Abidin-Dewi Kholifah, Ridho, mengatakan seharusnya Panwaslu Kabupaten Sumenep sebagai penyelenggara pemilu melihat substansi keputusan Panwascam di enam kecamatan, bukan bicara soal etika dengan menolak rekomendasi PSU di tempat-tempat yang terbukti terjadi kecurangan. 

"Ini menunjukkan penyelenggara pemilu tidak taat pada hukum dan sengaja menutup mata pada kecurangan yang dikeluarkan oleh internal mereka sendiri," kata Ridho.

Selain melaporkan kecurangan dan pelanggaran Panwaslu Kabupaten Sumenep, pihaknya juga akan mengajukan gugatan Perselisihan Hasil Pemilihan (PSH) Pilkada Kabupaten Sumenep ke Mahkamah Konstitusi (MK). 

"Hasil rekap di KPU Kabupaten Sumenep, pasangan Busyro Karim-Ahmad Fauzi (petahan) mendapat 301.887 suara dan pasangan Zainal Abidin-Dewi Kholifah 291.779 suara atau selisih 10.108 suara. Saksi kami juga menolak menandatangani berkas hasil rekap di KPU Sumenep," kata Ridho.


(UWA)

ICW: Nama Hilang di Dakwaan Setnov Karena KPK Hati-hati

ICW: Nama Hilang di Dakwaan Setnov Karena KPK Hati-hati

4 hours Ago

Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) berpendapat hilangnya sejumlah nama politisi yang seb…

BERITA LAINNYA