ICW Sebut KPK Berubah Jadi Komisi Perlindungan Koruptor

Desi Angriani    •    Sabtu, 19 Dec 2015 11:07 WIB
pimpinan kpk 2015-2019
ICW Sebut KPK Berubah Jadi Komisi Perlindungan Koruptor
Peneliti ICW Emerson Yuntho (memegang mik)----MTVN/Desi

Metrotvnews.com, Jakarta: Pimpinan KPK periode 2015-2019 dinilai akan lebih fokus terhadap pencegahan daripada melakukan penindakan. Indonesia Corruption Watch (ICW) pun menilai, lembaga tersebut ke depan akan berubah menjadi Komisi Perlindungan Koruptor.

Koordinator Divisi Hukum dan Monitoring Peradilan ICW Emerson Yunto mengatakan, koruptor di Indonesia lebih senang dicegah ketimbang ditindak.

"Kami melihat mereka (DPR) memilih pimpinan yang fokus ke aspek pencegahan. Ke depan KPK jadi komisi perlindungan koruptor," kata Emerson dalam diskusi di Warung Daun, Jalan Cikini Raya, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (19/12/2015).

Menurutnya, pencegahan tanpa penindakan akan membuat lembaga antirasywah kehilangan taring. Tugas KPK. kata Emerson, menghapus korupsi tak berjalan bila hanya fokus pada kewenangan pencegahan.

"Penindakan itu penting untuk memberikan efek jera terhadap pelaku korupsi," imbuh dia.

Posisi KPK ke depan pun menjadi semakin kritis. Sebab pimpinan KPK baru ini menyepakati revisi Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK. Revisi UU tersebut justru membuat KPK semakin menciut dan kehilangan nyali.

"Ini bukan hasil menggembirakan. Yang dipilih mereka setuju revisi UU KPK. Yang substansinya memperlemah KPK. Membuat KPK dalam posisi yang kritis," beber dia.

DPR sudah mengesahkan lima orang pimpinan KPK terpilih. Pengesahan dan pengambilan suara dilakukan dalam rapat paripurna, Jumat 18 Desember 2015.  Dalam voting yang diikuti sebanyak 54 Anggota Komisi III itu, Agus Rahardjo mendapatkan perolehan suara sebanyak 53 suara, Basaria Pandjaitan, sebanyak 51 suara, Alexander Marwata, sebanyak 46 suara, Laode Muhammad Syarif dan Saut Situmorang masing-masing mendapatkan sebanyak 37 suara.

Sementara sisa nama capim KPK lain dinyatakan tidak terpilih sebagai Pimpinan KPK periode mendatang. Mereka adalah Johan Budi Sapto Prabowo yang mendapatkan 25 suara, Robby Arya Brata 14 suara, Sudjanarko, 3 suara, Busyro Muqoddas dua suara dan Surya Tjandra tidak mendapatkan suara sama sekali alias nol.


(TII)