Butuh Ribuan Nyawa untuk Cabut Izin Operasi Ribuan Metromini

Husen Miftahudin    •    Sabtu, 19 Dec 2015 14:21 WIB
metromini
<i>Butuh Ribuan Nyawa untuk Cabut Izin Operasi Ribuan Metromini</i>
Metromini----MI/Arya Manggala

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta hanya mencabut izin operasi satu bus Metromini yang mengalami kecelakaan, dua pekan lalu. Padahal, tabrakan antara Metromini dan Kereta Rel Listrik (KRL) tersebut telah menyebabkan 18 nyawa melayang.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, pencabutan izin operasi Metromini hanya bisa dilakukan satu per satu. Sebab, izin operasi Metromini dimiliki perseorangan, bukan badan hukum seperti Kopaja atau pun Kopami.

Menurut pria yang akrab disapa Ahok, jika ingin mencabut semua izin operasi Metromini, butuh nyawa sebanyak 3.000 orang melayang.

"Nabrak satu orang cabut satu (izin operasi). Jadi kalau saya mau cabut 3.000 (Metromini), harus 3.000 nyawa di Jakarta melayang," ujar Ahok sebelum Pemaparan Jawaban Gubernur DKI Jakarta atas Pandangan Fraksi-Fraksi terkait RAPBD DKI 2016 di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Sabtu (19/12/2015).

Metromini, sebut Ahok, tak pernah melakukan pembaharuan angkutannya. Hal inilah yang mengakibatkan banyaknya kecelakaan. Menurut Ahok, ada armada bus yang masih sama bahkan sejak dirinya masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA). Hal tersebut dinilai sangat memalukan.

Maka itu, ia meminta pemilik Metromini untuk bergabung dengan Koperasi Angkutan Metromini (Kopami). Supaya, mereka bisa ikut tarif rupiah per kilometer (km) yang direncanakan Pemprov Jakarta. Hal ini untuk merevitalisasi angkutan umum di luar jalur Bus Rapid Transit (BRT) dan integrasi transportasi.

"Kalau mau misalnya punya mobil yang satu single itu, tinggal daftar kepada kami, kami masukan ke Kopami atau Kopaja. Kami bayar secara adil," harap Ahok.
 


(TII)