Akuisisi PGN-Pertamina tak Pecahkan Masalah Energi

- 22 Desember 2013 17:51 wib
Dok MI/vg
Dok MI/vg

Metrotvnews.com, Jakarta: Wacana akuisisi PT Perusahaan Gas Negara, Tbk (PGN) oleh Pertamina dan wacana akuisisi Pertagas oleh PGN, saat ini sedang digodog oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Ide akuisisi itu digulirkan oleh Pertamina yang mengirimkan hasil kajian mereka terkait akuisisi itu kepada Menteri BUMN Dahlan Iskan. PGN juga mengajukan kajian seputar akuisisi itu, yaitu akuisisi terhadap Pertagas, anak usaha Pertamina.

"Dari pengalaman saya lebih dari 20 tahun bekerja di BUMN, proposal akuisisi PGN oleh Pertamina kalau ditelaah secara jernih dan mendalam, tidak menjawab permasalahan energi dan ekonomi nasional," Demikian pandangan Ketua DPR RI, Marzuki Alie kepada wartawan di Jakarta, Minggu (22/12).

Untuk dicatat bahwa, masalah energi yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini berpengaruh terhadap perekonomian secara luas. Terlebih, impor minyak dan bahan bakar minyak (BBM) masih tinggi. Ini terjadi karena produksi minyak terus menurun dan tidak adanya pembangunan kilang minyak baru sejak 1994 silam.

"Pengalaman saya selama di DPR, apa yang dijanjikan oleh BP Migas atau SKK Migas tentang besaran lifting minyak yang diasumsikan dalam setiap usulan RAPBN oleh Pemerintah, dalam kenyataannya tidak pernah dapat dicapai," kata Marzuki.

Saat ini, untuk mengimpor minyak mentah dan BBM, Indonesia harus mengalirkan devisa sebesar US$100 juta atau sekitar Rp1,2 triliun ke luar negeri per hari. Sebagai net importer minyak, penurunan nilai tukar rupiah, tentu akan menaikkan beban subsidi BBM di APBN.

"Konversi BBM ke bahan bakar gas (BBG) adalah salah satu strategi yg bagus untuk ketahanan energi sekaligus mengurangi beban subsidi itu," kata Marzuki.

Indonesia, kata Marzuki, memiliki cadangan gas yang cukup besar. Namun, kekayaan gas belum sepenuhnya dimanfaatkan untuk kepentingan nasional karena setengahnya diekspor. Peningkatan pemanfaatan gas untuk dalam negeri pun harus ditekankan.

Meski demikian, melupakan minyak sebagai sumber energi juga tak bisa dilakukan. Karena itulah peningkatan produksi nasional mesti digenjot plus penambahan kilang-kilang minyak baru yang mengolah minyak menjadi BBM juga dilakukan. Hal itu perlu dilakukan agar konversi BBM ke BBG berjalan dengan baik.

Karena itu, Marzuki menambahkan, perlu kerjasama antar semua pihak, termasuk BUMN energi yaitu Pertamina dan PGN.

"Kisruh antara Pertamina dan PGN tentang siapa mengakuisisi siapa, sama sekali tidak relevan dalam konteks ketahanan energi nasional dan kestabilan perekonomian nasional," kata Marzuki.

()

KETUA Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suryadharma Ali mengatakan, Selasa (22/4/2014) besok,…