Menteri Luhut Berhasil Bujuk Pangdam Jaya, Warga Kompleks Zeni Mampang Sujud Syukur

M Rodhi Aulia    •    Sabtu, 19 Dec 2015 22:00 WIB
pembongkaran rumah
Menteri Luhut Berhasil Bujuk Pangdam Jaya, Warga Kompleks Zeni Mampang Sujud Syukur
Warga senang Luhut berhasil bujuk Pangdam Jaya Foto: MTVN/ Aulia

Metrotvnews.com, Jakarta: Sejumlah warga Kompleks Zeni Mampang Prapatan, Jakarta Selatan mengaku senang dengan ditundanya pembongkaran tempat tinggal mereka. Penundaan itu setelah adanya jaminan dari Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan.

Pantauan Metrotvnews.com, pukul 21.25 WIB, salah seorang warga menelepon Luhut. Dalam perbincangan singkat itu, warga mengaku bersyukur atas lobi penundaan pembongkaran, yang dilakukan Luhut untuk membujuk Pangdam Jaya Mayjen Teddy Lhaksmana berhasil.

"Selasa depan, pukul 10.00 WIB kita diundang pak Luhut untuk datang ke kantornya," kata Mayjen (Purn) Samsudin di Taman Makam Pahlawan Nasional (TMPN) Kalibata, Jakarta Selatan, Sabtu (19/12/2015).

Menurut mantan Pangdam Banjarmasin ini, pihaknya akan membawa dokumen kepemilikan rumah yang sudah ditempati warga sekitar 50 tahun terakhir. Dokumen itu akan dibandingkan dengan dokumen milik Kodam Jaya yang juga mengaku berhak menempati kompleks tersebut.

"Kita bawa legal standing kita Karena mereka (Pangdam Jaya) mau menunjukkan legal standing-nya," imbuh mantan Komisioner Komnas HAM ini.

Seketika, warga yang berada di sekitar TMP tersebut melakukan sujud syukur. Mereka saling berpelukan dan menagis karena terharu. Mereka mengucapkan terima kasih kepada Luhut melalui telepon genggam milik mantan Ketua Komisi II DPR dari Fraksi ABRI tersebut.


Sejumlah warga sujud syukur

Sebelumnya, Samsudin mengaku sudah melayangkan pesan singkat kepada Luhut. Dalam pesan singkat itu, Samsudin menyampaikan, bahwa pembongkaran sejumlah makam di TMPN sudah dilakukan setengah. Batu nisan sudah dicabut.

Pembongkaran yang dilakukan sejak siang itu sebagai bentuk protes warga yang kompleksnya akan digusur. Pada kesempatan itu, Luhut mengaku akan membicarakannya kepada Pangdam Jaya. Dan ternyata, janji Luhut untuk menunda itu terbukti.

Berkat penundaan itu, warga yang semula akan melanjutkan pembongkaran makam itu, akhirnya kembali ke kompleks. Sementara, di sekitar kompleks disebutkan sudah ada sejumlah personil TNI AD yang siap mengeksekusi kompleks tersebut.

Untuk diketahui, rumah yang akan dieksekusi sebanyak 71 rumah. Warga mengaku sudah diminta pindah sejak lima tahun terakhir. Dan puncaknya malam ini.


(ALB)