Target Kunjungan Liburan Natal dan Akhir Tahun ke Kepulauan Seribu Diperkirakan Turun

Thomas Harming Suwarta    •    Minggu, 20 Dec 2015 06:20 WIB
liburan
Target Kunjungan Liburan Natal dan Akhir Tahun ke Kepulauan Seribu Diperkirakan Turun
Suasana bawah laut di Pulau Pramuka di Kepulauan Seribu (Foto: Antara)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu memperkirakan tingkat kunjungan saat liburan Natal dan Akhir Tahun 2015 yang akan datang akan menurun. Pasalnya, saat ini kondisi cuaca terbilang ekstrim dengan ombak yang lumayan tinggi.

Staf kerja sama dan humas Taman Nasional Kepulauan Seribu Yohanes Budaya misalnya mengeluhkan tingkat kunjungan selama satu pekan terakhir menurun dikarenakan cuaca ekstrim. "Memang dari data operator wisata di lapangan mengeluhkan ada tren penurunan. Tentu saja karena sekarang angin barat dan ombak agak tinggi jadi pasti berdampak pada wisatawan yang ke pulau," katanya saat berbincang dengan Media Indonesia di Jakarta, Sabtu (19/12/2015).

Meskipun kondisi sepekan terakhir menurun. Namun, khusus untuk liburan panjang Natal pada 24, 25, 26 dan 27 Desember tingkat pemesanan resort sudah penuh. "Untuk liburan Natal sudah fully booked semua. Cuma apakah akan benar ke sana ya kita tunggu dulu. Bisa saja karena cuaca dan akhirnya batal. Sama dengan tahun baru juga sudah fully booked semua," jelas Yohanes.

Terpisah, Bupati Kepulauan Seribu Budi Utomo tidak menampik pasalnya cuaca ekstrim pada bulan Desember ini sangat memengaruhi tingkat kunjungan ke destinasi wisata Pulau Seribu. Namun demikian, ia menargetkan untuk liburan Natal dan akhir tahun kali ini, pihaknya bisa mendatangkan sekitar 70 ribu pengunjung. "Target kita memang 70 ribu. Tapi tentu saja bisa berubah karena kan sekarang kondisi cuaca cukup esktrim," kata Budi.

Ia menambahkan, dalam rangka antisipasi lonjaknya kunjungan, pihak Pemkab bersama Kepolisian Kepulauan Seribu sudah merancang sistem pengamanan yang sangat ketat. "Misalnya mulai dari dermaga keberangkatan di ancol atau kali adem kita sudah periksa semua, misalnya narkoba, Sajam dan sebagainya yanhg berbahaya," kata Budi.

Termasuk antisipasi lonjakan pengunjung, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan DKI Jakarta agar ada kemungkinan penambahan kapal. "Semuanya kita antisipasi. Tapi sejauh ini yang ada bisa mencukupi semua kebutuhan pengunjung," pungkas Budi.


(ALB)