Wapres dan Mentan Tinjau Industri Kakao di Sulawesi Tenggara

Ilham wibowo    •    Minggu, 20 Dec 2015 11:52 WIB
wapres jk
Wapres dan Mentan Tinjau Industri Kakao di Sulawesi Tenggara
Wapres JK bersama Mentan Amran Sulaiman saat meninjau ahan penelitian inovasi teknologi tanaman pangan di Palembang.--Foto: Dok/Kementan

Metrotvnews.com, Kendari: Potensi produksi tanaman kakao di wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara sangat besar. Industri pengolahan pun dibutuhkan agar jangkauan penjualan dapat meluas.

Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) dan Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman hari ini, Minggu (20/12/2015) dijadwalkan meninjau industri tanaman kakao di Sulawesi Tenggara. Keduanya akan melakukan pertemuan dengan Gubernur Sulawesi Tenggara, Nur Alam di kantor gubernur untuk membahas peningkatan produksi kakao dan pengembangannya sebagai produk andalan ekspor dari subsektor perkebunan.

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Humas) Kementerian Pertanian RI, Marihot H Panggabean menjelaskan, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menjadi salah satu daerah di Indonesia yang kaya akan produksi biji kakao. Wapres JK dan Mentan Amran Sulaiman bersama Gubernur Nur Alam pun akan membahas potensi tersebut.

Potensi kakao di wilayah yang dijadikan sentra produksi kakao di ini pun dirasa belum mencukupi kebutuhan ekspor. Marihot mengatakan, hingga saat ini proses pengolahan kakao di Sultra belum dilakukan secara maksimal padahal ketersediaan bahan cukup melimpah.

Sebagaimana diberitakan, Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara HM Saleh Lasata mengatakan, produksi tanaman kakao di Sultra setiap tahun cukup banyak, yakni rata-rata mencapai 157.537 ton. Jumlah produksi tersebut dapat memenuhi kebutuhan bahan baku industri kakao dalam negeri.

Menurutnya, akibat belum adanya industri kakao di provinsinya menyebabkan produksi kakao Sultra hanya diperjualbelikan melalui perdagangan antarpulau. Daerah tujuan terbesar selama ini adalah Sulawesi Selatan dan Jawa Timur.

"Apabila setiap industri membutuhkan bahan baku sebanyak 5.000 ton kakao per tahun maka produksi kakao Sultra bisa memenuhi kebutuhan industri kakao sebanyak kurang lebih 30 industri,” katanya.


(MBM)