Review Film

Saya Menangis Menonton Star Wars Episode VII: The Force Awakens

Riandanu Madi Utomo    •    Selasa, 22 Dec 2015 20:25 WIB
poptech
Saya Menangis Menonton Star Wars Episode VII: The Force Awakens
Star Wars Episode IV: The Force Awakens merupakan film yang wajib Anda tonton

Metrotvnews.com, Jakarta: Siapa yang tidak kenal dengan Star Wars? Tidak hanya kawula muda yang senang mengikuti tren di internet, Anda yang sudah berusia 40an pun kemungkinan bisa mengenali nama film besutan George Lucas tersebut. 

Bagi sebagian orang, termasuk saya, Star Wars bukan hanya sekedar film. Ia adalah sebuah legenda yang telah ada sejak saya masih duduk di bangku sekolah dasar. Keberadaan film terbaru Star Wars bisa dibilang merupakan saat yang tepat untuk membangkitkan kembali euforia masa lalu saya.

Itulah yang menurut saya merupakan salah satu kunci suksesnya Star Wars Episode VII: The Force Awakens. Berbeda dengan film Holywood lainnya, The Force Awakens merupakan film yang telah memiliki fondasi yang sangat kuat dan didukung oleh pilar komunitas yang besar dan sangat loyal.

Hal tersebut juga yang membuat euforia The Force Awakens kali ini sangat dahsyat dan dengan mudah mengalahkan film besar lain seperti Avengers atau The Martian.



Perlu diakui bahwa The Force Awakens memiliki jiwa Star Wars yang sangat kuat. Saat menonton film tersebut, saya merasakan aura nostalgia yang kuat muncul dari dalam film yang kini digarap oleh J.J. Abrams tersebut.

Kehadiran pesawat-pesawat ikonik Star Wars seperti X-Wing, Millenium Falcon, TIE Fighter, dan Star Destroyer digabung dengan kehadiran tokoh-tokoh terdahulu seperti Han Solo, Luke Skywalker, dan Leia Organa merupakan beberapa hal yang membangkitkan rasa nostalgia. Hal tersebut juga membuat saya sempat menangis saat menonton film ini di bioskop.

Layaknya perjalanan waktu generasi dunia, The Force Awakens menampilkan generasi terbaru dari Star Wars. The Force Awakens juga memiliki aura layaknya Star Wars Episode IV: A New Hope yang mengenalkan siapa tokoh yang bermain dan apa peran mereka. Bedanya, The Force Awakens tentu disajikan dengan kualitas animasi modern yang jauh lebih baik dari kakeknya yang dirilis tahun 1977.



Bagi sebagian penggemar Star Wars, menggunakan animasi komputer secara berlebihan adalah hal yang tabu karena Star Wars pada awalnya merupakan film yang dibuat dengan diorama. Mengganti diorama tersebut dengan animasi komputer tentu akan mengurangi esensi Star Wars itu sendiri. Itulah mengapa sebagian orang tidak menyukai trilogi Star Wars Episode I, II, dan III karena dianggap terlalu berlebihan dalam menggunakan animasi komputer.

Namun di The Force Awakens, J.J. Abrams berhasil untuk mengindari hal tersebut. Di beberapa cuplikan video pembuatannya, The Force Awakens terlihat dibuat dengan menggunakan diorama yang kemudian dipoles dengan teknologi komputer grafis. Kombinasi tersebut membuat The Force Awakens tidak hanya tampil sebagai film Star Wars yang otentik, ia juga mampu tampil sebagai film modern yang dapat dinikmati oleh siapapun.

The Force Awakens juga memiliki barbagai adegan yang mewakilinya sebagai film Star Wars. Uniknya, bagi saya film ini juga dapat dijadikan "starting point" bagi mereka yang sama sekali belum pernah menonton atau mengenal dunia Star Wars. The Force Awakens memiliki plot permulaan yang cukup kuat dan hampir seluruh pemain kunci di serial Star Wars disebutkan dalam film ini.



Kesimpulannya, The Force Awakens merupakan film yang dapat ditonton oleh semua orang, baik itu penggemar film, anak-anak, orang tua, bahkan bukan penggemar Star Wars sekalipun. Bagi penggemar Star Wars, The Force Awakens merupakan film wajib untuk ditonton tanpa alasan apapun. 

Akhir kata, "May the force be with you..."


(MMI)

MKD Tunda Pembahasan Nasib Novanto di DPR

MKD Tunda Pembahasan Nasib Novanto di DPR

6 hours Ago

Salah satu yang akan dibahas dalam rapat MKD itu adalah status Setya Novanto sebagai kasus koru…

BERITA LAINNYA