Harga Bensin di AS Jatuh Selama Enam Tahun Terakhir

Arif Wicaksono    •    Minggu, 20 Dec 2015 14:30 WIB
Harga Bensin di AS Jatuh Selama Enam Tahun Terakhir
Gasoline in AS. AFP/Jason Sulivan

Metrotvnews.com, Washington: Harga rata rata bensin di AS telah  jatuh di bawah USD2 per galon di pompa bensin untuk pertama kalinya selama enam tahun terakhir seiring dengan kenaikan supply minyak di pasar global.

Harga rata-rata bensin jatuh ke level USD1,99 per galon pada pukul 4 pagi pada Sabtu berdasarkan data dari Gasbuddy Organization, sebuah organisasi penentu harga di Gaithersburg, Maryland. Angka ini sangat jauh dengan harga rata-rata sebesar USD2,11 per galon pada bulan lalu dan USD2,44 per galon pada setahun lalu.

Analis Senior Petroleum di GasBuddy Patrick DeHaan menjelaskan rendahnya harga minyak karena kelebihan pasokan dan rendahnya permintaan menjadi katalis bagi pelemahan ini.

"AS adalah konsumen minyak terbesar dan pada musim dingin permintaan menurun tajam," kata dia dikutip dari Bloomberg, Minggu (20/12/2015).

Konsumen mendapatkan untung dari kejatuhan minyak mentah West Texas Intermediate  (WTI) selama 18 bulan terakhir. Hal itu telah menekan pendapatan margin perusahaan dan menekan mereka untuk berproduksi sejumlah bahan bakar. Harga juga cenderung untuk melemah pada tahun depan setelah Organization of Petroleum Exporting Countries (OPEC) menolak untuk membatasi pengeluaran mereka. WTI pun jatuh ke USD34,73 per barrel pada jumat atau yang terendah semenjak Februari 2009.

Kilang minyak di AS memproduksi 9,83 juta barrel per hari untuk pengisian kendaraan bermotor pada November atau 2,3 persen lebih tinggi ketimbang tahun lalu seperti dikatakan American Petroleum Institute.

Juru bicara dari Washington untuk AAA Michael Green menjelaskan penduduk amerika telah menyelamatkan sekitar USD100 miliar dana untuk bahan bakar pada tahun ni yang jika dipukul rata rata mencapai lebih USD350 per orang. Kejatuhan harga bensin sejalan dengan peningkatan permintaan yang merupakan tertinggi semenjak 2007 berdasarkan data dari Energy Information Administration.
(SAW)